Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN Satuan Tugas Pangan Polri menjaga stabilitas harga pangan Ramadan 2017 sepertinya akan terulang. Pada Ramadan 2018 ini, Satgas Pangan Polri mengungkap 421 kasus pangan dan nonpangan. Harga pangan secara umum stabil, tidak ada kenaikan harga pangan yang begitu drastis.
Sesuai data Satgas Pangan Polri selama Januari hingga akhir Mei 2018, terdapat 421 kasus yang ditangani. Perinciannya, 179 kasus bahan pokok dan 242 kasus non-bahan pokok. Jumlah tersangka kasus yang ditangani Satgas Pangan Polri ini mencapai 397 orang.
Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menjelaskan, dari 421 kasus kasus tersebut, 275 kasus di antaranya telah selesai atau dilimpahkan ke kejaksaan. Penyelesaian kasus yang banyak ini karena secara serentak dilakukan bersama dengan Polda se-Indonesia. Dari Polda se-Indonesia itu terdapat tiga Polda dengan penyelesaian kasus terbanyak.
”Polda Kalimantan Barat dengan 84 kasus, Polda Jawa Timur dengan 76 kasus dan Polda Jawa Tengah dengan 23 kasus. Namun, memang ada beberapa Polda yang tidak menangani kasus bahan pokok dan non-bahan pokok,” tuturnya di Jakarta, Selasa (5/6).
Untuk jumlah kasus yang masih dalam status penyelidikan dan penyidikan mencapai 175 berkas. Polda Jawa Timur menjadi yang terbanyak untuk kasus dengan status penyelidikan dan penyidikan dengan 60 kasus. Disusul oleh Kalimantan Barat dengan 15 kasus dan Polda Sumatra Utara dengan 12 kasus.
Menurutnya, pengungkapan berbagai kasus tersebut berpangaruh pada stabilitas harga. Mafia pangan tidak lagi dengan mudah melakukan manipulasi harga yang mencekik masyarakat.
”Buktinya, saat ini kestabilan harga pangan terwujud,” ujarnya.
Salah satu contoh ialah soal harga bawang putih. Bareskrim mengungkap mafia bawang putih yang menguasai area Jawa Barat, Sumatra, dan Kalimantan. Bawang putih yang menjadi barang bukti mencapai 238 ton.
”Sebelum pengungkapan harga bawang mencapai Rp38 ribu, setelah pengungkapan harga bawang putih menjadi Rp13 ribu untuk di pasar Induk Kramat Jati,” tuturnya.
Sementara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menuturkan bahwa Satgas Pangan tentunya tetap perlu bekerja untuk menstabilkan harga. Harus dipastikan apakah suplai mencukupi atau tidak.
”Atau malah persoalan distribusi yang menjadi penyebab harga pangan meroket,” ungkapnya.
Kenaikan harga pangan harus menjadi alarm bagi Satgas Pangan. yang kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran penyabab kenaikan tersebut.
”Namun, juga jangan reaksi berlebih, jangan sampai distribusi terganggung karena petugas. Ada mekanisme pasar yang kalau disentuh terlalu keras bisa timbulkan kelangkaan barang,” jelasnya.
Beberapa tahun lalu di daerah, saat dilakukan pengawasan semua gudang beras disegel. Hal tersebut malah membuat distribusi terhambat.
”Walau begitu memang tidak ada yang salah,” tuturnya. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved