Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman berkomitmen untuk terus menekan biaya produksi beras. Dengan demikian, diharapkan para petani tidak akan terkena imbas dari kebijakan penurunan harga eceran tertinggi (HET) komoditas beras level medium.
Ia mengatakan penurunan HET tidak akan mengganggu harga gabah jika petani sebagai produsen mampu menekan biaya produksi mereka.
"Caranya dengan mengoptimalkan alat mesin pertanian (alsintan). Pemerintah sudah berikan sekitar 350 ribu alsintan di seluruh Indonesia. Kalau ini bergerak semua, produksi pasti akan lebih efisien dan efektif," ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (5/6).
Amran menjelaskan, salah satu alsintan, combine harvester, dapat menekan biaya produksi hingga 50%. Combine harvester merupakan sebuah mesin yang menggabungkan tiga fungsi sekaligus, yakni pemotongan, perontokan hingga pembersihan. Dengan mengoperasikan alat canggih tersebut, para petani tidak perlu lagi memobilisasi banyak orang untuk memotong padi menggunakan sabit atau alat pemotong tradisonal lainnya.
Petani yang menggunakan alat tersebut juga tidak membuang banyak waktu untuk memanen hasil produksi. Dalam satu jam, combine harvester dapat memanen satu hektare (ha) sawah.
"Sementara dengan cara manual, proses pascapanen seperti perontokan untuk hasil produksi satu ha sawah membutuhkan waktu 7 hingga 16 jam. Ini jelas menurunkan biaya produksi. Dulu, dengan panen manual, biayanya bisa sampai Rp2 juta, sekarang dengan alat ini hanya butuh Rp1 juta,” terang Amran.
Selain menekan biaya produksi, ia juga akan terus berupaya memotong rantai pasok komoditas beras. Jika alur distribusi beras dapat berjalan mulus dari produsen langsung ke konsumen, tanpa lebih dulu melalui banyak tengkulak, penurunan HET diyakini tidak akan mengganggu harga gabah.
Saat ini, ucap Amran, harga gabah tengah dalam kondisi bagus di kisaran Rp4.700 per kilogram (kg).
"Kita memang harapkan harga di petani tinggi supaya petani sejahtera tetapi harga di konsumen juga harus rendah. Artinya kita memotong rantai pasok yang terlalu panjang," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved