Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi Keuangan DPR RI Andreas Eddy Susetyo meminta pemerintah konsisten dalam menjalankan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Tembakau hingga 2021.
"Itu (PMK 146/2017) salah satu pendekatan yang dilakukan. Yang kita harapkan konsistensi dari kebijakan itu karena konsistensi pemerintah ini sangat penting," ujar politikus dari Fraksi PDIP ini, di Jakarta, Senin (4/6)
Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo. Dia berharap pemerintah, terutama Kementerian Keuangan, tidak berubah sikap. Menurut dia, PMK 146/2017 sudah amat baik untuk mengatur layer tarif cukai rokok.
"Kalau kebijakan fiskal ini tidak ada masalah, hal yang baik harus diteruskan. Kebijakan ini benar-benar mengatur supaya ada kepastian negara bisa mendapatkan uang dan dapat dihitung pelaku bisnis juga, sudah pasti mereka akan mengeluarkan berapa," tutur Yustinus.
Yustinus menambahkan, adanya PMK 146/2017 semakin memberikan kepastian usaha bagi pelaku usaha selama 4-5 tahun ke depan. "Sekarang tinggal dilihat saja kenaikan biasanya 10% dan ini bisa diprediksikan volumenya. Bisa diukur kan jadi penerimaannya karena sudah dapat diramalkan sejak awal," ucapnya.
Untuk tahun ini, layer tarif cukai rokok berjumlah 10. Dari 2019 sampai 2021, tarif cukai rokok disederhanakan setiap tahun menjadi 8, 6, dan 5 layer. Sementara itu, pada 2017, tarif cukai rokok mencapai 12 layer.
Kepala Subdirektorat Tarif Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sunaryo menegaskan instansinya akan mengawal pelaksanaan dari beleid tersebut. "PMK 146/2017 bukan dibuat tanpa alasan. Ada penelitian survei dan banyak hal lainnya. Semua aturan dibuat dengan kajian. Jadi, harus jalan," kata Sunaryo.
Sependapat dengan Yustinus, Sunaryo melanjutkan, PMK 146/2017 membuat kepastian usaha semakin lebih jelas. "Kami lihat dengan penyederhanaan itu, yang mana di level II memang di situ bermainnya. Persaingan di situ, ya, harus dia saja. Pabrik yang memang bersaing di atas, ya, di atas jangan di bawah seperti itu," pungkas Sunaryo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved