BI Usung Isu Normalisasi Ekonomi di Pertemuan IMF

Fetry Wuryasti
04/6/2018 15:16
BI Usung Isu Normalisasi Ekonomi di Pertemuan IMF
( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan yang diusung dalam penyelenggaraan Annual IMF - Worl Bank Meeting di Bali pada bulan Oktober mendatang adalah bagaimana Indonesia bisa menunjukkan suatu peran mengawal perekonomian dunia dan pada saat yang sama pertemuan tahunan ini menjadi acara yang bermanfaat bagi perekonomian Indonesia dan regional.

Terkait dengan isu-isu IMF, antara lain bagaimana mempekuat sistem moneter internasional di dalam menghadapi transisi perekonomian dunia agar tetap stabil. Dalam dua tahun terakhir AS telah menunjukkan aksi normalisasi kebijakan moneter, dan kemungkinan besar tahun 2019 akan diikuti oleh negara Eropa dan Jepang.

"Yang mau kami angkat adalah bagaimana sinkronisasi normalisasi kebijakan moneter antar negara maju berjalan baik sehingga berdampak minimal terhadap negara berkembang," ujarnya di Kementerian Keuangan, Senin (4/6).

Hal ini termasuk di dalamnya bagaimana jaring pengamanan keuangan global itu bisa melindungi negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan bekerja sama dengan regional financial arrangement. Ini menjadi bagian penting termasuk mereform tata kelola IMF yang terkait dengan kuota.

Lalu kedua, yaitu memanfaatkan event tersebut untuk membahas digital ekonomi dan keuangan, yaitu bagaimana digital ekonomi bermanfaat khususnya di Indonesia bagi UMKM, dan memitigasi dampak digital ekonomi terhadap tenaga kerja.

"Baik fintech dan sistem pembayaran tetap berkembang tapi tidak menimbulkan shadow banking dan melakukan pembahasan central bank digital currency,"

Bagian yang akan dibahas dalam IMF meeting, dalam aspek terkait moneter dan keuangan adalah bagaimana memanfaatkan event seperti ini untuk financing di infrastruktur dengan menarik para investor. "Sehingga kita bisa membiayai infrastruktur lebih banyak dari swasta," tukas Perry. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya