BPJT Klaim Kesiapan Mudik Tahun Ini Lebih Baik

Tesa Oktiana Surbakti
02/6/2018 21:30
BPJT Klaim Kesiapan Mudik Tahun Ini Lebih Baik
(MI/RAMDANI)

BADAN Pengatur Jalan Tol (BPJT) optimistis kemacetan arus mudik Lebaran tahun ini relatif berkurang. Mengingat, masyarakat memiliki pilihan waktu mudik lebih banyak lantaran pemerintah menambah masa cuti Lebaran.

"Dengan adanya tambahan cuti Lebaran, penumpukan kendaraan diperkirakan tidak akan terjadi pada hari yang sama," ucap Kepala BPJT Hery Trisaputra Zuna dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (2/6).

Mengenai kesiapan jalan tol, pihaknya mengklaim tahun ini lebih siap jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, lanjut dia, ruas jalan tol yang dapat dimanfaatkan arus mudik mencapai wilayah Surabaya bahkan Pasuruan.

Mengantisipasi titik-titik kemacetan seperti di Gerbang Tol Cikarang Utama atau Tol Palimanan, pihaknya akan menyediakan mobile rider yang akan menghampiri kendaraan untuk proses taping uang elektronik. Pihaknya pun mengimbau pengendara untuk mempersiapkan saldo uang elektronik agar tidak terhambat. Di samping itu, penggunaan rest area yang kerap memicu kemacetan di ruas tol, akan diatur petugas.

"Rest area jadi perhatian untuk lebih diatur. Selama ini pengguna mendapat kebebasan penuh. Tapi tahun ini akan diatur. Kalau hanya ingin buang air, akan diarahkan petugas ke rest area tertentu. Begitu juga kalau tujuannya mengisi bahan bakar. Diharapkan dengan adanya pengaturan dari petugas, penggunaan rest area akan teratur. Lalu akan dibuat buka tutup tergantung kapasitas di dalam rest area," imbuh Hery.

Anggota Komisi V DPR, Neng Eem Marhamah Zulfa, mengkritisi kesiapan penanganan kecelakan lalu lintas di ruas tol. Dia menyarankan keterlibatan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam posko mudik di sejumlah titik rawan.

Menurutnya, Basarnas memiliki kapasitas mumpuni untuk menyelamatkan korban kecelakaan. Di satu sisi, helikopter Basarnas dapat dimanfaatkan apabila ambulans tidak dapat menerabas kemacetan.

"Tentu kita tidak ingin kasus Brexit (Brebes Exit) terulang. Terkait pelibatan Basarnas dalam SOP penyelamatan korban kecelakaan itu penting ya. Mereka punya pengalaman bagus dalam evakuasi. Terutama mengantisipasi daerah yang rawan macet. Jadi kenapa tidak Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Basarnas untuk kesiapan SOP-nya," tutur Neng Eem. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya