Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA pemeringkat Standard and Poor's (S&P) kembali menetapkan peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade) dengan level BBB- stable outlook. Penilaian tersebut mencerminkan semakin besarnya optimisme investor terhadap daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
"Peringkat utang yang dipertahankan dalam kondisi tekanan global yang meningkat, lalu fluktuasi nilai tukar rupiah, dan stagnannya konsumsi rumah tangga memberikan sentimen positif khususnya bagi investasi portofolio. Investor semakin yakin Indonesia bisa bertahan dari turbulensi pengetatan moneter The Federal Reserve (bank sentral AS)," ujar pengamat ekonomi Indef, Bhima Yudistira, saat dihubungi, kemarin.
Tekanan eksternal, sambung dia, nyatanya tidak berdampak signifikan terhadap eksposur risiko surat utang negara. Hal itu sejalan dengan afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia, dengan salah satu faktor penentunya ialah tingkat utang luar negeri yang mo-derat dan beban utang pemerintah relatif rendah.
Pada sesi penutupan perdagangan Kamis (31/5) lalu, tingkat imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) dengan tenor 10 tahun berangsur turun sebesar 32 basis poin (bps) dari titik tertinggi, yakni 7,75% menjadi 7,43%.
"Turunnya yield mengindikasikan ekspektasi investor terkait harga SBN yang akan naik dalam waktu dekat sehingga arus modal asing diharapkan kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia," imbuh Bhima.
Seperti diwartakan, pada Kamis (31/5) S&P mengafirmasi peringkat Indonesia tetap pada level layak investasi (investment grade). Sebelumnya pada 19 Mei 2017, lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat itu telah menaikkan peringkat Indonesia ke level BBB-/stable outlook (investment grade) dari sebelumnya BB+. S&P ialah salah satu anak perusahaan dari McGraw-Hill yang merupakan perusahaan pemeringkat atas saham dan obligasi, yang merupakan salah satu dari tiga perusahaan besar dalam industri pemeringkatan efek bersama Moody's dan Fitch Ratings.
Dua lembaga terakhir, Moody's dan Fitch Rating, sebelumnya telah memberikan penilaian terhadap Indonesia sebagai negara layak investasi. Dengan demikian, tiga lembaga terkemuka yang diakui dunia telah memberikan penilai-an positif terhadap perekenomian Indonesia.
Menurut S&P, faktor kunci yang mendukung penilaian mereka terhadap Indonesia ialah beban utang pemerintah yang relatif rendah serta kinerja fiskal dan tingkat utang luar negeri yang moderat. Rasio utang pemerintah pada PDB dalam beberapa tahun ke depan diproyeksikan tetap stabil.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan penilaian yang disampaikan S&P merupakan cerminan atas kondisi fundamen ekonomi Indonesia yang baik dan kerangka bauran kebijakan yang kredibel. "Afirmasi itu makin memperkuat keyakinan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut. Dalam kaitan ini, koordinasi antarotoritas terkait dalam rangka implementasi bauran kebijakan akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan," ujar Perry seperti dikutip dalam laman www.bi.go.id, kemarin. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved