Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) terus mengebut pembangunan Bendungan Cipanas yang terletak di dua kabupaten yakni Sumedang dan Indramayu, Jawa Barat, agar dapat rampung pada 2020 mendatang.
Sejak dimulai pembangunan pada Desember 2016, progres fisik bendungan tersebut kini baru mencapai 5%. Adapun, pekerjaan yang kini tengah dilakukan adalah pembangunan intake, spillway, outlet terowongan pengelak, bangunan fasilitas dan jalan masuk.
Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono mengungkapkan pengadaan lahan menjadi tantangan utama dalam proses pembangunan.
Total luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Bendungan Cipanas akan diberdiri di atas tanah seluas 1.702,79 hektare (ha) yang terdiri dari lahan masyarakat seluas 361,83 hektar dan milik Perhutani seluas 1.340,97 hektar.
Selain Bendungan Cipanas, bendungan lain yang tengah didorong penyelesaiannya di Jawa Barat adalah Bendungan Ciawi, Sukamahi, Kuningan, dan Leuwikeris. Pembangunan bendungan bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan air nasional yang juga menjadi agenda Nawacita.
“Pembangunan bendungan akan meningkatkan suplai air untuk lahan pertanian secara lebih merata dan berkelanjutan. Saat ini dari 7,3 juta hektare (ha) lahan irigasi di Tanah Air, hanya sekitar 11% yang mendapatkan pasokan air dari bendungan. Nantinya, setelah 65 bendungan rampung, daerah irigasi yang akan terpasok air dari bendungan akan bertambah menjadi 20%,” ujar Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Jumat (1/6).
Bendungan Cipanas menjadi bendungan dengan volume tampung terbesar di Jawa Barat yakni mencapai 250,81 juta m3. Dengan daya tampung sebesar itu, bendungan multifungsi tersebut akan menjadi sumber air irigasi di Jawa Barat yang merupakan salah satu provinsi lumbung pangan nasional.
Daerah irigasi yang akan menerima manfaat adalah seluas 9.423 ha di Indramayu dan Sumedang. Bendungan Cipanas juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro sebesar 3 megawatt.
Bendungan Cipanas juga menjadi pengendali banjir di Indramayu karena mampu memotong debit banjir 1.220 meter kubik per detik menjadi 745 meter kubik per detik.
Biaya pembangunan bendungan yang menahan aliran Sungai Cipanas tersebut mencapai Rp 1,3 triliun yang terbagi menjadi dua paket konstruksi. Paket pertama dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Jaya Konstruksi. Sedangkan, paket lainnya dikerjakan PT Brantas Abipraya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved