BEI Harap Kenaikan Suku Bunga Acuan tidak Agresif

Fetry Wuryasti
31/5/2018 20:15
BEI Harap Kenaikan Suku Bunga Acuan tidak Agresif
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

BANK Indonesia baru saja menaikkan suku bunga kebijakan bI 7Day Repo Rate sebesar 25 bps untuk kedua kalinya di 2018.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, berharap kenaikan suku bunga agar tidak terlalu agresif. Meskipun dia juga memahami kenaikan tersebut merupakan antisipasi terhadap tekanan global.

"Apa pun musuh terbesar pada pasar modal adalah bunga. Walaupun kalau dilihat secara total memang melihat gejolak ekonomi dunia sangat wajar BI menaikkan suku bunga. Tapi kalau melihat dari pasar modal, sebisa mungkin bunga serendah mungkin. Kalau melihat total situasi fiskal moneter saat ini memang wajar BI naikin 0,25% atau 25 basis poin. Penyesuaian yang tepat. Moga-moga setop dulu," ujar Tito di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/5).

Kenaikan suku bunga acuan sendiri, kata Tito, sebagian besar sudah terprediksi mengingat tekanan global. Sebab, bila tidak, aliran modal asing yang keluar dikhawatirkan akan semakin besar karena nilai tukar rupiah yang melemah.

"Ini mengharapkan modal asing masuk karena yield kita naik. Mudah-mudahan bisa dan terjadi," katanya.

Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah masih tetap optimistis pertumbuhan ekonomi bisa di level minimal 5,17% setelah BI menaikkan suku bunga acuan.

Sebelumnya pada Senin (28/5) dia mengoreksi target pertumbuhan ekonomi dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 5,4%. Pertumbuhan ekonomi 2018 diproyeksi akan ke level 5,17% dengan rentang maksimal ke 5,4%. Angka itu pun lebih rendah dari proyeksi BI yang sebesar 5,2% hingga akhir tahun.

"Kami optimistis. Pokoknya kami akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin. Saya menghormati keputusan BI dan mendukung langkah mereka," ujar Sri Mulyani di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya