Tarif Tol bakal Didiskon Saat Arus Balik dan Mudik

Andhika Prasetyo
31/5/2018 18:50
Tarif Tol bakal Didiskon Saat Arus Balik dan Mudik
(ANTARA FOTO/Feny Selly)

BADAN Usaha Jalan Tol (BUJT) secara resmi akan memberikan diskon tarif di seluruh ruas tol dengan besaran dan periode bervariasi dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Pemberian insentif itu dimaksudkan untuk mengurai volume kendaraan pada masa-masa krusial arus mudik dan balik sehingga tidak menumpuk di satu titik pada satu waktu.

"Kami sepakat memberikan diskon kepada para pengguna jalan tol untuk mendistribusikan laju kendaraan secara lebih baik. Selama ini ada kekhawatiran akan ada kemacetan karena penumpukan kendaraan," ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Tol, Sunarto Sastrowiyoto, di Jakarta, Kamis (31/5).

Pemberian diskon tarif tidak dilakukan serempak, melainkan dibagi menjadi tiga fase berbeda.

Fase pertama diterapkan pada 13-14 Juni dan 18-19 Juni di ruas-ruas yang dikelola PT Jasa Marga, PT Hutama Karya, PT Nusantara Infrastruktur, PT Citra Marga Nusapahala Persada, PT Jakarta Lingkar Baratsatu, PT Margabumi Matraraya dan seluruh ruas PT Waskita Toll Road kecuali Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Adapun diskon yang diberikan ialah 10%.

Fase kedua diberlakukan pada 15-17 Juni di ruas yang dioperasikan PT Astra Infra Toll Road yakni Tangerang-Merak, Cikampek-Palimanan dan Jombang-Kertosono. Potongan harga yang diberikan ialah 10%.

Fase terakhir diterapkan pada 8-23 Juni di ruas Becakayu dengan diskon mencapai 28%.

"Inenstif ini tidak diberikan pada hari puncak dan diberlakukan penyebaran. Puncak arus mudik kan diprediksi 8 Juni. Maksudnya agar masyarakat tidak berangkat berbarengan sehingga kendaraan menumpuk," tuturnya.

Ia meyakini kebijakan diskon tarif tol saat arus mudik tidak akan membuat volume kendaraan melonjak. Pasalnya, masyarakat yang akan kembali ke kampung halaman dipastikan telah merencanakan kegiatan itu sejak lama dan telah menyiapkan moda transportasi yang akan digunakan.

"Jadi trafik akan tetap sama, tidak akan membut pengguna mobil bertambah signifikan. Yang kami incar itu adalah pendistribusian volume kendaraan. Misalnya, ruas Cikampek pada puncaknya itu bisa 120 ribu kendaraan sehari. Kami ingin mencoba mendistribusi angka itu. Jadi, pada hari-hari yang kosong bisa dimanfaatkan sehingga bisa lebih baik. Kapasitas jalan kita terbatas, dengan diskon diharapkan ini bisa terdistribusi lalu lintas, ruang-ruang kosong bisa dimanfaatkan dengan baik," sambungnya.

Adapun, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto, menyambut baik inisiatif yang dilakukan BUJT.

"Ini adalah ide BUJT. Mereka ingin ikut menyemarkkan lebaran kali ini," ujarnya.

Terkait ruas Tol Becakayu yang memiliki periode diskon terpanjang dan terbesar, Arie mengatakan hal itu dilakukan sebagai bentuk promosi agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan bebas hambatan yang masih baru itu. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya