Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJUALAN obligasi ritel seri SBR003 melebihi target pemerintah sebesar Rp1 triliun. Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan SBR003 yang dijual melalui sistem online itu mencapai Rp1,928 triliun.
Dana hasil penjualan SBR003 akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2018, antara lain untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lndonesia.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan hingga Jumat pukul 12.30 WIB, rata-rata volume pemesanan investor mencapai Rp252,3 juta.
"Ada sebanyak 10.688 investor yang teregistrasi, tetapi 7.642 investor yang membayar ordernya," kata Luky di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/5).
Luky menyebutkan ada sekitar 62% investor yang memesan surat utang itu dengan nominal di bawah Rp 100 juta. Kemudian sisanya 38% di atas Rp100 juta.
Menurut dia, pembelian melalui kanal penjualan perbankan masih lebih besar jika dibandingkan dengan kanal penjualan lain seperti melalui perusahaan teknologi finansial (tekfin) dan sekuritas.
Berdasarkan kelompok usia, jumlah investor terbesar ada pada kelompok 25-40 tahun, mencapai 36,72% dari total jumlah investor. Volume pemesanan terbesar berasal dari kelompok umur di atas 55 tahun dengan tolal volume mencapai Rp896,99 miliar atau 46,52% dari total volume pemesanan.
Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar ialah pegawai swasta yang mencapai 40,37% dan selanjutnya diisi kelompok wiraswasta dan ibu rumah tangga masing-masing sebesar 21,54% dan 9,2%.
Jenis kupon SBR003 ditetapkan mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan ialah BI 7-day reverse repo rate (7DRRR). Tingkat kupon untuk periode 3 bulan pertama (Mei hingga Agustus 2018) ialah 6,80%.
"Dengan kenaikan BI rate 25 basis poin, otomatis kuponnya disesuaikan menjadi 7,05%. Akan tetapi, itu dilakukan per 3 bulan. Pada Agustus 2018 akan ada penyesuaian sesuai dengan BI rate yang ada saat itu," kata Luky.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved