Jokowi Sebut Pelemahan Mata Uang Fenomena Global

Kautsar Widya Prabowo
29/5/2018 18:45
Jokowi Sebut Pelemahan Mata Uang Fenomena Global
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo menilai pelemahan rupiah tak hanya dialami Indonesia, tetapi juga hampir semua negara di dunia.

"Ini fenomena global, semua negara mengalaminya," imbuhnya, usai menghadiri penutupan 'Pengkajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah', di Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka (Uhamka), Jakarta, Selasa (29/5).

Dia pun telah menginstruksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution untuk mengambil kebijakan dalam menguatkan nilai tukar rupiah.

"Saya selalu memerintahkan ke Menko Perekonomian dan Menkeu untuk menyiapkan langkah-langkah yang dapat membantu Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan kurs," tambah dia.

Jokowi pun mengapresiasi kebijakan moneter BI yang dilakukan dengan baik. Dia berharap nilai kurs rupiah dapat terus menguat karena rupiah sudah mencoba meninggalkan level Rp14 ribu per US$1.

"Alhamdulilah kita lihat nilai tukar rupiah sudah di bawah Rp14 ribu," tuturnya.

Sebelumnya, mata uang rupiah berusaha naik di tengah tekanan dari indeks dolar yang semakin menguat akibat dari lemahnya harga minyak.

Bloomberg, Senin (28/5) kemarin, mencatat mata uang rupiah naik 126 poin dengan berada pada Rp13.999 per US$1. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah naik 113 poin dengan berada pada Rp14.000 per US$1. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah menguat dengan berada pada Rp14.065 per US$1.

Samuel Sekuritas sebelumnya memperkirakan indeks dolar bergerak semakin kuat di sekitar level 94,25-94,75 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama euro seiring ketidakpastian politik di Eropa, terutama di Italia, setelah terpilihnya partai populis Five Star Movement dan Partai Liga. (Medcom/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya