Kenaikan Cukai Tinggi Kontraproduktif

(E-3)
26/5/2018 00:10
Kenaikan Cukai Tinggi Kontraproduktif
(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

ANGGOTA Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Donny Imam Priambodo mengimbau pemerintah agar tidak membuat kebijakan kontraproduktif yang justru merugikan kalangan industri rokok dan negara, yakni menaikkan tarif cukai rokok terlalu tinggi.

"Kalau cukai rokok dinaikkan, lalu industri akan gulung tikar, ya sama saja. Nantinya juga akan memengaruhi penerimaan negara," ungkap Donny di Jakarta, kemarin.

Seperti dikutip dari Antara, Donny menjelaskan pemerintah selama ini sangat mengandalkan cukai hasil tembakau untuk membiayai belanja negara.

Namun, dalam dua tahun terakhir ini, ia melanjutkan, industri rokok mengalami penurunan volume penjualan lantaran penerapan tarif cukai yang tinggi.

"Industri semakin lama semakin terpuruk. Kontraproduktif seperti ini harus disikapi pemerintah," ungkap politikus dari Fraksi NasDem tersebut.

Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret-Kretek Indonesia Djoko Wahyudi berharap pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok sebab dampak kebijakan yang kontra-produktif tersebut sangat besar. "Jika cukai tetap dinaikkan, pemerintah justru akan mengalami kerugian. Terlebih dengan situasi seperti ini, yakni pemerintah lagi banyak membangun dan butuh uang. Kalau dinaikkan lagi, ya salah," pungkas Djoko.

Hal senada juga diutarakan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM-SPSI) Sudarto. Ia mengatakan kebijakan pemerintah yang kontraproduktif secara langsung maupun tak langsung memberikan efek domino terhadap buruh rokok.

"Sebaiknya pemerintah harus mempertentangkan dengan serius, mengingat dampak kenaikan cukai langsung ialah dari terganggunya kesejahteraan pekerja sampai pada hilangnya pekerjaan," ucapnya.

Setiap tahunnya, Sudarto melanjutkan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) karena kebijakan tarif cukai rokok yang tinggi. Buruh rokok selama ini selalu tidak dianggap penting dalam industri. Padahal, buruh merupakan bagian terpenting dalam kelangsungan industri rokok.

"Kalau omzet turun, para pengusaha pasti mem-PHK pekerjanya," ujarnya.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya