Koperasi Cocok Jadi Wadah Pemberdayaan Ekonomi Umat

Andhika Prasetyo
25/5/2018 21:10
Koperasi Cocok Jadi Wadah Pemberdayaan Ekonomi Umat
(MI/RAMDANI)

KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin ikut mendorong terbentuknya koperasi di berbagai daerah. Di samping berperan sebagai pemutus kesenjangan, ia memandang koperasi sangat cocok menjadi wadah pemberdayaan ekonomi umat.

“Koperasi adalah wadah kelembagaan yang cocok untuk pemberdayaan. Maka dari itu saya bentuk koperasi untuk menindaklanjuti semangat itu, menghilangkan kesenjangan dan pemberdayaan ekonomi umat,“ ujar Ma’ruf melalui keterangan resmi, Jumat (25/5).

Ia pun meminta pemerintah untuk menata koperasi secara baik agar menjadi sokoguru bagi perekonomian nasional. Dengan begitu, ia yakin ekonomi Indonesia tidak akan mudah tergoyahkan oleh pengaruh global.

“Dengan penguatan ekonomi umat, koperasi sebagai lembaga yang mengantisipasi dan mendorong pengembangan itu, saya kira sudah tepat karena dari awal kita memposisikan koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional,” tuturnya.

Ma’ruf telah membentuk koperasi yang diberi nama Koperasi Mitra Santri Nasional. Mantan Anggota Wantimpres era Presiden SBY itu memfokuskan koperasi pada empat bidang usaha, yakni keuangan, pemasaran, jasa, serta bidudaya pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Meliadi Sembiring, menyambut positif program pemberdayaan koperasi tersebut. Menurut dia, apa yang dilakukan Ma’ruf sejalan dengan apa yang dilakukan kementerian.

Dalam upaya menata koperasi, lanjut Meliadi, pihaknya terus berkomitmen melakukan reformasi total koperasi melalui tiga langkah yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan.

Dengan begitu, koperasi bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

Rehabilitasi koperasi diawali dengan pengelolaan dan pemutakhiran data koperasi, sedangkan reorientasi koperasi dilakukan dengan berbagai upaya sistematis sehingga mampu mengubah paradigma dari pendekatan kuantitas menjadi kualitas.

Untuk langkah pengembangan koperasi, pihaknya mengupayakan berbagai agenda permanen seperti mengkaji regulasi yang menghambat berkembangnya koperasi dan memperkuat akses pembiayaan dengan menyiapkan koperasi menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya