Peringkat Daya Saing Turun, Indonesia Mesti Fokus Bangun Infrastruktur Industri

Andhika Prasetyo
25/5/2018 13:26
Peringkat Daya Saing Turun, Indonesia Mesti Fokus Bangun Infrastruktur Industri
(Ekonom Indef Bhima Yudhistira -- MI/PERMANA)

PERINGKAT daya saing Indonesia, pada tahun ini, sebagaimana dirilis Institute for Management Development (IMD) World Competitivenes Center, berada di angka 43, turun satu level dari tahun sebelumnya.

Kendati demikian, posisi Indonesia masih dinilai baik karena berada di atas Filipina yang berada di peringkat 50 dan beberapa negara ASEAN seperti Kamboja, Laos serta Myanmar yang tidak masuk dalam peringkat 60 besar.

Penurunan peringkat tidak hanya terjadi pada Indonesia. Di kawasan ASEAN, Thailand memiliki nasib serupa. Negeri Gajah Putih harus turun 3 peringkat dari 27 menjadi 30. Bahkan, Filipina lebih nahas karena terjun 9 angka dari 41 ke urutan 50. Singapura pun stagnan di posisi 3 dunia.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, untuk dapat kembali mendongkrak peringkat daya saing, pemerintah harus lebih fokus dalam pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada industri.

Seperti sistem transportasi yang mengintegrasikan pelabuhan-pelabuhan dan kawasan industri. "Dengan demikian, industri akan semakin efisien karena transportasi logistik berjalan dengan efektif dan efisien," ujar Bhima kepada Media Indonesia, Jumat (25/4).

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur gas sehingga memangkas biaya produksi industri.

Pasalnya, saat ini, biaya energi seperti minyak mentah dan batu bara tengah mengalami lonjakan. Maka dari itu pemerintah harus dapat memaksimalkan sumber energi alternatif lainnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya