Tukar Uang di Monas Dibatasi Rp3,7 Juta/Hari/Orang

(Try/E-2)n
24/5/2018 04:00
Tukar Uang di Monas Dibatasi Rp3,7 Juta/Hari/Orang
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

DEMI memenuhi kebutuhan uang receh untuk keperluan Lebaran, Bank Indonesia membuka program penukaran uang di lapangan parkir IRTI, Monas, selama 21-25 Mei 2018. Beberapa bank pun berpartisipasi, antara lain Bank Mandiri, BNI, BNI Syariah, BRI, BTN, Bank DKI, Bank BJB, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Bank Mega, Permata Bank, Panin Bank, dan Artha Graha. Rata-rata mereka menyediakan dana kas sekitar Rp300 juta-Rp400 juta per hari selama periode penukaran ini.

Masyarakat dapat menukarkan uang mereka dalam pecah-an nominal yang lebih kecil dengan maksimal transaksi Rp3,7 juta per hari. “Mereka akan terdeteksi melalui KTP sehingga tidak bisa menukarkan lebih dari Rp3,7 per hari.  Warga baru bisa kembali esok harinya dengan ikut antrean lagi,” ujar Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta di Jakarta, Rabu (23/5).

Menurut Bob, penukaran uang ini sebenarnya untuk konsumsi pribadi karena uang bukan komoditas untuk diperjualbelikan. “Sarana yang resmi ini juga dibuat agar masyarakat tidak perlu menukar dengan menyetorkan biaya lebih, seperti pada penukaran uang di pinggir jalan yang mulai marak,” ujarnya.

Selain BNI, BRI yang merupakan bank milik pemerintah juga ikut ambil bagian dalam program ini. Selain uang receh, mereka pun menawarkan  penjualan kartu uang elektronik yang terjual 250 keping per hari. “Adanya layanan penukaran uang seperti ini mempermudah masyarakat menukar dengan jumlah yang sama,” ujar Direktur jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragih.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan Ramadan dan Idul Fitri selalu diiringi meningkatnya kebutuhan uang tunai di masyarakat. Meski BI dan pihak lain tengah giat mendorong gerakan nontunai, dalam kurun lima tahun secara rata-rata outflow yang ditarik perbankan selama Ramadan mencapai 25% dari total tahunan.

“Khusus periode Ramadan/Idul Fitri 2018 diperkirakan kebutuhan akan uang tunai (outflow) secara nasional meningkat 15,3% menjadi Rp188,2 triliun dari periode tahun lalu yang sebesar Rp163,2 triliun.
“Dari jumlah tersebut, sebesar 22,8% ditarik di wilayah Jabodetabek,” ujar Rosmaya.

Putri Astuti, karyawati yang berkantor di seputaran Jalan Merdeka Barat, mengaku terbantu dengan adanya program itu. “Jadi tidak perlu repot-repot ngasih uang receh untuk keponakan saat Lebaran nanti,” ujarnya. (Try/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya