Rupiah Terus Melemah, Fokus Pada Pertumbuhan Kredit

Fetry Wuryasti
22/5/2018 11:19
Rupiah Terus Melemah, Fokus Pada Pertumbuhan Kredit
( MI/Susanto)

RUPIAH merosot ke level terendah sejak Oktober 2015 yaitu Rp14.181 per dollar amerika walaupun Bank Indonesia telah meningkatkan suku bunga pekan lalu untuk mempertahankan kurs rupiah.

Apresiasi dolar AS adalah faktor utama di balik depresiasi rupiah, sehingga mata uang Indonesia ini berpotensi semakin merosot. Ekspektasi pasar sepertinya akan meningkat terhadap kenaikan suku bunga acuan BI lebih lanjut guna membantu rupiah di kala dolar  AS menguat.

"Perhatian investor akan tertuju pada rilis data pertumbuhan kredit Indonesia yang dapat memberi gambaran tentang perubahan total kredit dan sewa sepanjang bulan April. Pertumbuhan kredit yang sehat dapat meningkatkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia," ujar Oleh Hussein Sayed, Chief Market Strategist FXTM,melalui keterangan tertulis, Selasa (22/5).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa mengatakan sentimen mengenai kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok membuat dolar AS kembali meningkat di pasar global. Akibatnya, rupiah terkena dampaknya dan kembali melemah.

"Masih dominannya sentimen eksternal membuat laju dolar AS kembali terapresiai dan rupiah kehilangan momentum untuk terapresiasi," kata Reza.

Ia menambahkan bahwa imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang berada di atas level 3 persen juga masih menjadi salah satu faktor yang membebani mata uang domestik. "Rupiah diestimasikan akan bergerak di kisaran Rp14.169-Rp14.189 per dolar AS pada hari ini (22/5)," katanya.

Ia mengharapkan sentimen positif dari dalam negeri mengenai optimisme pemerintah terhadap target rasio pajak 2019 yang dipatok pada kisaran 11,4-11,9 persen yang akan tercapai dapat menahan tekanan nilai tukar domestik lebih dalam.

Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menambahkan kuatnya data tenaga kerja di Amerika Serikat memberi sinyal Bank Sentral AS atau The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juni mendatang.

"Sentimen itu diperkirakan dapat memperlemah posisi rupiah yang minim katalis positif," katanya. (Ant/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya