Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro, memastikan stok beras dan gula untuk puasa dan Lebaran tahun ini aman. Untuk gula, pasokan stok dari PTPN II, VII, IX, X, XI, XII, XIV, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) sangat aman. Jumlah stok gula saat ini, kata Wahyu, mencapai 320 ribu ton.
"Gula kita punya (stok) 320.000 ton, karena kita punya 230.000 ton kebutuhan tiap bulan. Asumsi naik kalau Lebaran 10% cuma jadi 250.000 ton," ujar Wahyu seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Untuk beras, Wahyu mengaku stok Bulog sebesar 1,2 juta ton juga aman untuk memenuhi kebutuhan puasa dan Lebaran mendatang. "(Beras kita jaga) karena beras inflasi 1% saja penduduk miskin bertambah. Posisi beras Bulog 18 Mei mencapai 1,2 juta ton," tukasnya.
Untuk memastikan ketersediaan beras di masyarakat, BUMN ikut membantu dengan mendistribusikan secara retail. Beras dikemas dalam kemasan 5 kg dan 10 kg lalu didistribusikan melalui retailer yang dimiliki BUMN seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero), PT Pertani (persero), PT Sang Hyang Seri (persero), dan PT Pupuk Indonesia Pangan.
"Juga melalui agen bank yang bisnisnya jualan beras. Agen bank Himbara, misalnya, punya kios di pasar. Kios ini akan menjadi perpanjangan tangan perbankan," tambahnya.
Distribusi melalui agen perbankan itu sudah dimulai sejak 1 Mei lalu. Adapun transaksi beras melalui agen tersebut dipantau secara online melalui sistem dashboard di Kementerian BUMN.
"Misalnya sudah ada 2.600 transaksi di retailer dari total 10.000 retailer, ini yang sudah bertransaksi 479.000 ton. Semua data real time, transaksi kelihatan semua," ucapnya.
Jika ada kekurangan pasokan, agen perbankan itu bisa memesan melalui divre Bulog terdekat.
Rangkul pramuka
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso juga menegaskan bakal memastikan ketersediaan bahan pangan di masyarakat. Setelah menggandeng TNI/Polri dalam hal tempat pemasaran beras, Bulog juga akan menggandeng Pramuka di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pemanfaatan Pramuka itu juga untuk menjawab tantangan distribusi pangan yang dilakukan retail-retail dengan sistem door to door.
Penggunaan kekuatan Pramuka itu, kata dia, hanya jika ada kekurangan ketersediaan bahan pangan di suatu wilayah. Nantinya para Pramuka akan mendistribusikan bahan pangan sesuai permintaan dari RT/RW. "Pramuka itu kan ada di kecamatan dan kelurahan, nanti dihimpun RT/RW kebutuhan berapa masyarakat, nanti yang antar Pramuka," tukasnya.
Penggunaan kekuatan Pramuka itu, lanjut Buwas, juga salah satu cara untuk mengetahui kebutuhan bahan pangan di masyarakat yang sebenarnya. "Nanti saya hitung kebutuhan riil masyarakat terhadap beras, gula, minyak goreng itu berapa, terus berapa data hasil produksi beras, gula, minyak goreng."
Buwas juga memastikan ketersediaan bahan pangan pada bulan puasa dan Lebaran nanti dalam kondisi aman. Untuk beras, stoknya mencapai 1,4 juta ton.
Soal kewenangan impor beras, Buwas mengaku akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendag Enggartiasto Lukita, Mentan Amran Sulaiman, serta Komisi IV dan Komisi VI DPR. (Pra/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved