Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan integrasi Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) dimaksudkan untuk mendorong perekonomian nasional lebih efisien.
Selain itu, kata dia, penyatuan dua perusahaan pelat merah tersebut bertujuan demi ketahanan energi nasional melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian barat.
(Arun) hingga Indonesia bagian timur (Papua). "Ini menjadi alasan kuat untuk mengintegrasikan PGN-Pertagas menjadi sub-holding migas," ujar Fajar di Jakarta, kemarin.
Terkait dengan perkembangan terkini proses pembentukan holding BUMN migas, Fajar mengatakan saat ini Pertamina dan PGN tengah memfinalisasi mekanisme integrasi yang paling baik bagi kedua perusahaan.
"Sebagai perusahaan terbuka (tbk), PGN nanti akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan pemegang saham atas transaksi material terkait dengan integrasi tersebut," jelas Fajar.
Setelah proses integrasi selesai, Fajar berharap PT Pertamina (persero) sebagai holding BUMN migas dapat memberi wewenang sekaligus meng-arahkan sub-holding gas menjadi ujung tombak bisnis gas di Indonesia.
Diharapkan, melalui integrasi akan menghasilkan lima hal, yaitu menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen.
Selain itu, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional, meningkatkan kinerja keuangan holding BUMN migas, meningkatkan peran holding migas dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia, serta menghemat biaya investasi dengan tidak terjadinya lagi duplikasi pembangunan infrastruktur antara PGN dan Pertagas.
Menurut Fajar, perubahan status PGN yang kini menjadi anak usaha Pertamina maupun Pertagas tidak akan merugikan para karyawan yang bekerja di kedua perusahaan itu. Mengutip Buku Putih Pembentukan Holding BUMN Migas, Fajar menegaskan tidak ada pengurangan jumlah karyawan di setiap perusahaan.
Sesalkan kecelakaan
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyesalkan kecelakaan yang terjadi dalam proyek penanaman pipa gas transmisi Dumai-Duri, Riau, Jumat (18/5) , yang menyebabkan satu pekerja meninggal dunia akibat terimpit pipa.
"Kami menyesalkan hal tersebut bisa terjadi dan berharap kejadian ini tidak terulang lagi," ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta, kemarin.
Proyek pembangunan pipa gas tersebut merupakan kerja sama PGN dengan Pertagas. Adapun pengerjaan konstruksi pembangunan pipanya dilaksanakan Pertagas.
Dengan demikian, pelaksanaan di lapangan menjadi tanggung jawab penuh Pertagas. Rachmat mengatakan, dalam setiap proyek infrastruktur gas yang dikerjakan PGN, perusahaan selalu mengedepankan dan mengikuti aspek health, safety, security, environment (HSSE). (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved