Koperasi dan UMKM Harus Naik Kelas Jelang MEA 2015
MI/Faw
19/3/2015 00:00
(ANTARA FOTO/SAHRUL MANDA TIKUPADANG)
Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir tahun ini, Kementrian Koperasi dan UKM terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kapasitas dan produktifitas pelaku koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. "Kami ingin koperasi dan UMKM naik kelas, tidak hanya kuantitasnya, tapi juga kualitasnya", kata Menkop UKM AAGN Puspayoga ketika melaunching Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) dan kartu Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (19/3).
Untuk itu, Menkop dalam rilisyang diterima mengatakan, beberapa prgram strategis sudah diluncurkan. Pertama, ijin usaha mikro dan kecil (IUMK) dipermudah hanya sampai tingkat kecamatan saja. "?Legalitas usaha menjadi prioritas kami bagi usaha mikro dan kecil agar dapat berkembang. Termasuk legalitas untuk mendapatkan akses permodalan di perbankan", kata Puspayoga. ?Kedua, pengurusan hak cipta produk UMKM tidak lagi berbelit-belit dan mahal. Melainkan cukup satu jam saja dan gratis.
Sedangkan terkait dengan kewirausahaan, Puspayoga menegaskan bahwa Indonesia masih banyak membutuhkan dorongan untuk memacu pertumbuhan wirausaha baru. "Menurut catatan kami, saat ini jumlah wirausaha Indonesia baru sekitar 3,87 juta wirausaha atau sekitar 1,65 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta jiwa", kata Menkop. Menurut Menkop, persaingan antar pelaku ekonomi di kancah MEA akan semakin ketat. "Untuk itulah pentingnya kita bekerjasama untuk mempersiapkan SDM, terutama kalangan generasi muda, agar menjadi wirausaha yang handal", tegas Puspayoga.
Beberapa program strategis itu, kata Menkop, merupakan kebutuhan masyarakat koperasi dan UMKM yang realistis. "Yang kita penuhi itu apa yang dibutuhkan rakyat, bukan apa yang diinginkan rakyat. Di setiap kunjungan saya ke daerah, itulah kebutuhan UMKM yang realistis yang bisa kita berikan. Tujuannya, untuk memajukan koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia", tukas Puspayoga seraya menyebutkan bahwa itu semua merupakan hasil sinergi dengan kementrian lain, seperti Kementrian Perdagangan, Kementrian Hukum dan HAM, dan sebegainya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Sragen Agus Fathurrahman mengapresiasi langkah Kemenkop yang memudahkan usaha mikro dan kecil mendapat ijin usaha atau Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK?) melalui Bank BRI. "Dengan kemudahan ini kami yakin bahwa usaha mikro dan kecil serta koperasi di Kabupaten Sragen akan berkembang lebih pesat lagi", kata Bupati Sragen. Selain itu, kata Bupati Sragen, untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil juga pihaknya sudah membuat klinik konsultasi usaha khusus untuk koperasi dan UMKM di Sragen. "Dengan adanya klinik tersebut, kami dapat mengetahui segala kendala dan rencana mereka ke depan, dan segera dicarikan solusinya", imbuh dia. Bupati Sragen juga berharap bahwa rencana Kemenkop UKM untuk mengembalikan distribusi pupuk bersubsidi ke Koperasi Unit Desa (KUD) dapat segera direalisasikan. "Kami berharap, peran KUD dapat dikembalikan ke masa keemasan dulu. Dan itu dapat terwujud, bukan sebatas himbauan. Kalau itu bisa terwujud, maka saya yakin Menkop UKM Puspayoga akan dikenang sebagai Pahlawan bagi KUD di seluruh Indonesia", pungkas Bupati Sragen.