Pemerintah Siapkan Kereta Api Tambahan

Cahya Mulyana
21/5/2018 04:20
Pemerintah Siapkan Kereta Api Tambahan
(ANTARA)

UNTUK mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal menyiapkan kereta tambahan. Kereta tambahan yang tengah disiapkan itu diperkirakan sekitar 5%-10% dari jumlah armada.

"Kita fluktuasi dari angkutan harian sama peak (puncak arus mudik) ini jauh sekali sehingga kita paling bisa menambah 5%-10%, tapi detailnya nanti kereta api (PT KAI) yang akan lakukan," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ketika meninjau pelayanan di Stasiun Tugu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (19/5).

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk operasi angkutan Lebaran, jumlah armada kereta dan stamformasi (SF) pada 2017 ada 1.764 armada, sedangkan untuk tahun ini meningkat menjadi 1.843 armada. Adapun untuk kereta tambah-an pada 2017 ada sebanyak 23 kereta tambahan untuk tujuan berbeda.

Pada kesempatan itu, Menhub memperkirakan pemudik Lebaran 2018 ini akan mencapai kisaran 30 juta orang. Mereka kebanyakan menggunakan pesawat udara, yakni sekitar 8 juta orang, disusul melalui darat yang berkisar 7 juta-8 juta orang, melalui laut sekitar 1,5 juta orang, dan dengan kereta api sekitar 6 juta.

Diperkirakan, puncak arus mudik dari perjalanan yang menggunakan kereta api akan terjadi pada 13 Juni 2018 atau H-2 Lebaran serta untuk puncak purna-Lebaran pada 17 Juni 2018 atau H+2.

Oleh karena itu, dia meminta para pemudik bijak memilih hari untuk pulang ke kampung halaman.

"Lihat dari kepadatannya," ungkap Budi saat mengisi kuliah umum di Unswagati, Kota Cirebon, Jawa Barat, kemarin.

Dia juga meminta para calon pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor. "Angka kecelakaan sepeda motor saat mudik sampai 70%," ungkap Budi. Ia pun menyarankan agar warga menggunakan transportasi umum yang sudah disiapkan, mulai darat, udara, hingga laut.

Sementara itu, dalam rangka mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Sriwijaya Air bersama Nam Air menyiapkan penerbangan ekstra (extra flight) ke berbagai penjuru kota tujuan di Indonesia.

Selama periode 8-30 Juni 2018, Sriwijaya Air Group menyediakan tambahan sebanyak 193.928 kursi. Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan bahwa layanan extra flight Sriwijaya Air Group tahun ini cukup besar karena tahun ini mereka telah membuka bebe-rapa rute baru dan permintaan tiket Lebaran yang terus naik setiap tahunnya.

"Penambahan ini, selain untuk mengakomodasi pemudik juga untuk melayani pelanggan yang tidak merayakan Lebaran tapi ingin memanfaatkan masa Lebaran sebagai momen untuk berlibur bersama keluarga. Terlebih, libur Lebaran kali ini terbilang cukup panjang," kata Agus Soedjono, kemarin.

Tahun ini extra flight Lebaran Sriwijaya Air Group dilakukan dengan 860 kali frekuensi di 25 rute yang mereka miliki, antara lain penerbangan pergi-pulang rute Surabaya-Makassar, Denpasar-Makassar, Makassar-Manokwari, Jakarta-Semarang, Yogyakarta-Makassar, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Pontianak, dan Jakarta-Padang.
(Try/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya