Faktor Eksternal Tekan Rupiah

(Ant/Tes/Try/E-1)
19/5/2018 03:40
Faktor Eksternal Tekan Rupiah
(MI/Susanto)

TINGGINYA tekanan ekternal karena ekspetasi kenaikan suku bunga acuan  Bank Sentral AS pada Juni 2018 yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun membuat langkah BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi seperti sia-sia.

Nilai tukar rupiah dalam perdagangan kemarin melemah menjadi 14.107 per dolar AS jika dibandingkan dengan Kamis (17/5) yang sebesar 14.074 per dolar AS. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo membantah anggapan yang menyebutkan Bank Sentral terlambat menaikkan suku bunga acuan sehingga nilai tukar rupiah tetap bergerak melemah.

Kemudian juga ada tekanan ekonomi internal karena membengkaknya defisit perdagangan hingga US$1,6 miliar periode April 2018. “Jadi kalau ada tekanan di rupiah, kami lihat ini sesuatu yang (disebabkan) faktor eksternal dan juga faktor internal,” ujar Agus.
Agus menegaskan langkah yang diambil BI selalu selangkah lebih maju ke depan atau ahead the curve untuk meng­antisipasi tekanan terhadap inflasi dan stabilitas perekonomian domestik.

BI, kata Agus, siap menerapkan langkah kebijakan moneter yang lebih kuat, termasuk penyesuaian kembali suku bunga acuan untuk memastikan stabilitas perekonomian terjaga. “Seandainya kita keluarkan bauran kebijakan seperti sekarang ini, kalau kondisi mengharuskan untuk kami kembali melakukan penyesuaian, kami tidak ragu,” kata Agus.

Sebelumnya, Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan kenaikan  suku bunga acuan 25 bps memberi sinyal untuk memperkecil faktor risiko bagi investor. “Perkiraan kami 7-day repo rate akan kembali dinaikkan pada kuartal berikutnya 25 bps. Sekitar 50 bps total sudah cukup untuk tahun ini,” ujar Anton.

Ia melihat rupiah hingga akhir tahun bisa kembali berada di bawah 14.000 per dolar AS “Akhir tahun rupiah bisa di 13.800 per dolar AS,” tandasnya. Pemerintah pun masih optimistis dengan nilai tukar rupiah. Pada tahun depan nilai tukar rupiah berada di kisaran 13.700 hingga 14.000. (Ant/Tes/Try/E-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya