Jalur Mudik Lebih Bervariasi

Andhika Prasetyo
19/5/2018 03:20
Jalur Mudik Lebih Bervariasi
( ANTARA FOTO/Aloysius Jaro)

PEMERINTAH optimistis arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini akan berlangsung lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait sudah melakukan berbagai persiapan dan menyediakan beragam pilihan jalur mudik yang siap digunakan.

“Di Jawa, kami sediakan lintas utara, tengah, selatan, dan tol. Semua jalan nasional itu siap digunakan dengan tingkat kemantapan 90%,” ujar Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Arie Setiadie Moerwanto Arie di Jakarta, Jumat (18/5).

Selain itu, pemerintah akan memaksimalkan ruas-ruas tol yang sudah rampung pembangunannya, tetapi belum resmi ber­operasi atau masih bersifat fungsional. Berdasarkan catatan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), ruas Tol Jakarta hingga Surabaya untuk mudik tahun ini sudah seluruhnya tersambung dengan rincian 524 kilometer (km) yang beroperasi secara normal dan 235 km masih berstatus fungsional. Adapun Trans-Sumatra, ruas tol operasional tercatat sepanjang 119 km dan yang masih bersifat fungsional sepanjang 125 km.

“Ruas tol fungsional bakal dioperasikan siang dan malam, 24 jam. Nanti itu, kami menyerahkannya kepada korlantas, tetapi kami pastikan prasarananya sudah siap,” jelasnya. Untuk mengantisipasi penumpukan volume­ kendaraan di rest area, pemerintah bersama pengelola tol dan Polri akan merekayasa lalu lintas di sekitar pintu masuk dan keluar tempat peristirahatan.

“Nanti dibuat jalur khusus bagi pemudik yang hanya ingin mengisi bahan bakar. Jadi akan dibedakan dengan mereka yang ingin beristirahat agar lalu lintas lancar,” ucap Arie. Pos-pos tanggap bencana juga, lanjut dia, bakal didirikan di berbagai titik yang rawan banjir atau longsor seperti di jalur puncak.

Diskon tarif tol
Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono memastikan akan ada diskon tarif tol selama periode arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan inisiatif dari seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). “Kalau mal-mal selalu ada sale (diskon)  saat lebaran, BUJT pun ingin memberikan hal yang sama,” ujar Basuki.

Namun, terkait dengan besaran tarif, Basuki menyampaikan hal itu bergantung pada kebijakan setiap BUJT. “Rata-rata sepakat 10% dan kebijakan ini akan diberlakukan di seluruh ruas tol, termasuk Jabodetabek dan Transnon-Jawa. Waktu mulainya terserah BUJT. Ada yang memulai 11 sampai 20 Juni sesuai dengan libur pemerintah. Ada juga yang mulai H-2 sampai H+2,” tutupnya.

Pada sisi lain, Kepala BPJT Herry Trisa-putra Zuna menambahkan seluruh kegi-atan pembangunan infrastruktur di ruas tol akan dihentikan sementara sejak H-10 hingga H+10 Idul Fitri. Langkah ini tidak lain bertujuan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran pada tahun ini.

“Semua kegiatan akan dihentikan. Semua alat berat bakal disingkirkan untuk memberikan kelancaran arus mudik,” ujar Herry. BPJT memperkirakan pada tahun ini puncak arus mudik terjadi pada 8 Juni 2018 dan puncak arus balik pada 20 Juni 2018. (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya