BTN Dukung Optimalisasi Penerimaan Perpajakan

Try/E-1
15/5/2018 07:10
BTN Dukung Optimalisasi Penerimaan Perpajakan
(DOK BTN)

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk bersama Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan kartu NPWP (nomor pokok wajib pajak) BTN pintar.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan langkah itu merupakan salah satu komitmen perseroan mendukung terciptanya optimalisasi penerimaan pajak di Indonesia.

Peluncuran kartu NPWP BTN pintar tersebut, tambah Maryono, juga akan mendukung upaya perseroan meningkatkan perolehan fee based income untuk tumbuh sesuai target sebesar di atas 25% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kartu anyar tersebut juga kian melengkapi berbagai inovasi Bank BTN dalam rangka transformasi digital yang dilakukan perseroan.

"Kami berharap pelaporan dan pembayaran pajak akan lebih mudah dengan hadirnya kartu ini. Bersama Ditjen Pajak, Bank BTN juga menyediakan layanan e-billing dan berbagai layanan lain untuk menciptakan kondisi perpajakan yang lebih baik dan terintegrasi. Berbagai layanan tersebut juga diharapkan akan mendukung pencapaian target pertumbuhan fee based income Bank BTN pada akhir 2018 nanti," jelas Maryono di Jakarta, kemarin.

Ke depannya, kartu NPWP BTN pintar diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung program satu portal multifungsi. Portal tersebut akan menjadi satu pintu masuk untuk mendapatkan berbagai layanan pemerintah seperti data perpajakan, data kepegawaian, dan data kependudukan lainnya.

Pada tahap awal, kartu NPWP BTN pintar akan dimiliki 2.000 pegawai di Kantor Pusat Ditjen Pajak sekaligus sebagai tanda pengenal pegawai.

Maryono menjelaskan perseroan juga akan meng-eksplorasi berbagai kerja sama lainnya, terutama dalam rangka mendukung prog-ram-program Ditjen Pajak.

Sementara itu, hingga triwulan I 2018, emiten bersandi saham BBTN tersebut telah menghimpun fee based income total senilai Rp319,55 miliar.

Pada periode yang sama, BBTN juga telah menghimpun pendapatan bunga bersih senilai Rp2,36 triliun atau naik 16,2% yoy dari Rp2,03 triliun. Dengan demikian, bank spesialis kredit dan pembiayaan perumahan itu memperoleh laba bersih dengan kenaikan mencapai 15,13% menjadi sebesar Rp684 miliar per 31 Maret.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya