Tiga Kunci Pacu Produktivitas Nasional

Erandhi Hutomo Saputra
14/5/2018 00:45
Tiga Kunci Pacu Produktivitas Nasional
(ANTARA)

WAKIL Presiden RI periode 2009-2014 Boediono menyebutkan terdapat tiga kunci pembangunan yang dapat dilakukan guna mewujudkan produktivitas nasional jangka panjang, yaitu membangun insan, institusi, dan infrastruktur.

"Ketiga hal itu punya dampak pada produktivitas nasional jangka panjang dan ini adalah landasan dari setiap kemajuan ekonomi di mana saja," kata Boediono ketika memberikan paparan di Jakarta, pekan lalu.

Contoh sukses praktik pembangunan yang fokus kepada tiga hal tersebut, lanjut Boediono, dapat dilihat pada negara-negara di Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok.

"Ini yang tampaknya dilakukan negara-negara Asia Timur. Mereka melaksanakan prioritas pembangunan secara serius berkesinambungan dan dengan fokus yang jelas," kata dia.

Lebih lanjut, Boediono menjelaskan kunci mewujudkan produktivitas yang pertama ialah membangun insan melalui pendidikan dan kesehatan sebagai program terpadu. Hal tersebut dapat dimulai dari generasi muda agar negara mendapatkan kualitas sumber daya manusia unggul.

Kedua, pembangunan institusi yang diwujudkan dengan reformasi birokrasi sebagai alat untuk mengarahkan pembangunan ekonomi. Perbaikan birokrasi juga sebaiknya menyentuh institusi politik, mengingat kebijakan ekonomi yang diputuskan merupakan hasil dari proses politik.

Ketiga, pembangunan infrastruktur sebagai jaringan pendukung kegiatan ekonomi dan landasan dari kemajuan ekonomi suatu bangsa.

"Tanpa pembangunan infrastruktur itu, tidak akan ada kemajuan yang berarti. Infrastruktur memang memakan waktu cukup panjang, dari perencanaan sampai pelaksanaan," kata Boediono.

Ia menilai pemerintah saat ini sudah mulai melakukan pembangunan terkait dengan tiga hal tersebut. Kebijakan tersebut harus menjadi prioritas dan dilakukan berkesinambungan.

"Ini tidak bisa dilakukan dalam cakrawala perencanaan tahunan bergantung pada anggaran atau lima tahunan. Dalam konstelasi sistem politik kita, bagaimana kita memasukkan praktik yang bisa mendukung ketiga pembangunan tersebut secara berkesinambungan. Ini hal yang perlu dipikirkan bersama," ucap dia.

 

Manufaktur bergerak

Sektor manufaktur pada kuartal I 2018 masih memberikan kontribusi terbesar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) dengan besaran 20,27% terhadap perekonomian nasional.

Industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan pada triwulan I tahun 2018 sebesar 4,50%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di angka 4,28%.

"Pertumbuhan tersebut karena didukung dari peningkatan produksi, baik skala besar maupun industri kecil dan menengah," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (12/5).

Pada periode triwulan I/2018, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,03%, meningkat jika dibandingkan dengan 2017 sekitar 4,80%.

Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi ialah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98%. "Capaian itu sesuai dengan peningkatan aktivitas usaha bidang konstruksi dan pertambangan," ucapnya.

Perkembangan positif industri manufaktur diikuti industri makanan dan minuman sebesar 12,70%. Peningkatan tersebut ditopang peningkatan produksi minyak kelapa sawit dan momentum bulan puasa.   (Ant/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya