Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI teror yang mengguncang keamanan diyakini tidak akan mengganggu ekonomi nasional, terutama iklim investasi. Dengan catatan, pemerintah dan pihak berwajib sigap melakukan penanganan agar situasi kembali kondusif.
Belum lama kerusahaan Mako Brimob yang dipicu narapidana teroris mereda, kini terjadi aksi teror bom di Surabaya yang juga menelan korban jiwa. Pengamat ekonomi dari Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi optimistis sederetan aksi teror tidak akan berdampak signifikan terhadap keberlangsungan dunia usaha. Pasalnya, pelaku pasar finansial dan sektor riil dinilai semakin memiliki kedewasaan dalam menyikapi gejolak aksi teror.
"Dampaknya sangat kecil. Dan mungkin tidak akan signfikan karena dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pelaku sektor riil dan pasar finansial sudah tidak banyak terpengaruh atau imun teror. Aparat kemanan pun bergerak cepat untuk kendalikan kondisi keamanan," ujar Eric saat dihubungi, Minggu (13/5).
Senada, ekonom INDEF Bhima Yudhistira pun mengamini pihak berwajib akan bergerak cepat mengembalikan kondisi keamanan, khususnya di Surabaya. Menurutnya, efek yang ditimbulkan dari aksi teror terhadap kepercayaan investor juga relatif kecil. Dia mencontohkan peristiwa penyerangan salah satu gereja di Yogyakarta yang hampir tidak berdampak ke sentimen pasar. Lebih lanjut dia menekankan, investor cenderung menaruh atensi terhadap pergerakan data ekonomi makro dan kondisi faktor eksternal.
"Investor saat ini lebih mencermati data-data ekonomi makro dan tren kenaikan suku bunga acuan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Saya kira pekan depan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) justru dibuka menguat ke 6.000-6.100. Sedangkan untuk iklim dunia usaha di Surabaya juga tidak terlalu terdampak," kata Bhima.
Terkait situasi ekonomi di Surabaya, Bhima menilai prospek bisnis di wilayah tersebut masih cerah dengan tingkat populasi kelas menengah yang kian meningkat. Tahun 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur tercatat 5,4 persen atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,07 persen. Selain itu, perkembangan kawasan industri di sekitar Surabaya cukup pesat. "Jadi dampak dari teror hari Minggu ini kecil sekali. Pelaku usaha saya kira sangat rasional melihat prospek jangka panjang," tukas Bhima.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved