SBR003 Sasar Generasi Milenial

Erandhi Hutomo Saputra
12/5/2018 06:20
SBR003 Sasar Generasi Milenial
(Ist)

PEMERINTAH resmi menawarkan saving bond ritel (SBR) seri 003 kepada investor individu secara online. Penawaran SBR003 itu akan menyasar investor dari generasi milineal.

"Yang ingin kami sasar ialah generasi muda dan generasi milineal, saat punya penghasilan, ingin investasi, itu kita fasilitasi," tutur Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman di Kantor Kemenkeu, Jakarta, kemarin.

Luky mengatakan selama ini investor ritel untuk pembeli SBR kebanyakan berusia 40 tahun ke atas dan memiliki kelebihan dana untuk berinvestasi.

"Dengan penerbitan SBR003, pemerintah ingin memperluas basis investor bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun dan selama ini bersinggungan erat dengan penggunaan teknologi informasi," katanya.

Selain itu, penawaran SBR003 secara online juga mempermudah masyarakat dalam memiliki obligasi. "Kalau selama ini dianggap beli obligasi itu high profile harus ke bank, pasar modal, nah kita ingin permudah ini sebagai upaya untuk memperdalam dan inklusi pasar keuangan," jelasnya.

Menariknya SBR003 ini untuk menjangkau generasi milineal juga karena generasi milenial yang berminat bisa membeli SBR003 dengan nilai minimum Rp1 juta. Untuk pembelian SBR003 maksimum bagi masyarakat senilai Rp3 miliar.

"Nantinya SBR003 memiliki kupon sebesar 6,8% dengan tenor 2 tahun. Besaran kupon lebih tinggi daripada rata-rata bunga deposito satu tahun yang hanya 5,6%."

Besaran kupon 6,8% berasal dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 4,25%, ditambah spread tetap 255 basis poin atau 2,55%. Artinya, jika ada kenaikan suku bunga acuan BI, kupon SBR003 juga akan naik.

Namun, lanjut dia, tingkat kupon akan disesuaikan setiap 3 bulan setelah 20 Agustus 2018 hingga jatuh tempo. Meski disesuaikan, kata Luky, tingkat kupon 6,8% merupakan tingkat kupon minimal.

Target Rp1 triliun
Luky mengatakan Kemenkeu memasang target penjualan SBR003 mencapai sekitar Rp1 triliun. "Namun, kita bisa akses sampai Rp5 triliun jika di tengah masa pendaftaran naik terus (permintaannya), kita akan upsize terus," jelas Luky.

Menurut rencana, SBR003 akan diluncurkan mulai Senin (14/5) sampai Jumat (25/5). "Nantinya, kalau sistem ini berjalan, kami akan lihat untuk pasarkan ORI (obligasi) atau bonds lain yang sifatnya ritel."

Luky pun mengajak masyarakat membeli SBR karena dana SBR digunakan untuk menunjang pendidikan. Bagi mereka yang berminat pada SBR003, dapat menghubungi sembilan mitra distribusi yang ditetapkan pemerintah.

Kesembilan mitra itu ialah BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BRI, Trimegah Sekuritas, Investree Radhika Jaya, Star Mercato Capitale (Tanam Duit), dan Bareksa Portal Investasi.

Pada kesempatan sama, Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Loto Srinaita Ginting menambahkan imbal hasil SBR003 sebesar 6,8% dihitung setiap tahun. Akan tetapi, untuk pembayaran imbal hasil bakal dilakukan ke rekening surat berharga investor setiap bulannya (dicicil).

"Reset kupon akan dilakukan tiap 3 bulan. Waktu reset kupon besarannya bisa naik kalau suku bunga acuan BI lebih besar dari level sekarang 4,25%," tukas Loto.

(Try/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya