Sulsel Pelopor Listrik Energi Baru Terbarukan

Usman Kansong
11/5/2018 04:15
Sulsel Pelopor Listrik Energi Baru Terbarukan
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

PROVINSI Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki banyak pembangkit listrik tenaga energi baru dan terbarukan (PLT EBT). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyebut Sulsel sebagai pelopor PLT EBT. "Sulsel adalah pionir pembangkit listrik tenaga energi baru dan terbarukan," ucap Jonan ketika meresmikan pembangkit listrik tenaga surya dan sumur bor terpadu di Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Rabu (9/5).

Pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) pertama ada di Sulsel, tepatnya di Kabupaten Sidrap. Dengan memiliki 30 wind turbine generator (WTG) atau kincir angin, PLTB Sidrap menghasilkan listrik sebesar 75 Megawatt (Mw) dan mengalirkan listrik kepada 70 ribu pelanggan di wilayah Sulsel.

Di Sulsel juga tengah dibangun PLTB Tolo-I di Kampung Lengke-Lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Sebanyak 20 turbin angin atau wind turbine generator (WTG) akan dipasang dengan masing-masing kapasitas 3,6 Mw dengan total kapasitas pembangkit mencapai 72 Mw. Pembangunan PLTB itu rampung Juni tahun depan.

Sulsel juga memiliki setidaknya 21 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di empat kabupaten, yakni Sinjai, Luwu Timur, Pangkep, dan Kepulauan Selayar. Ke-21 PLTS itulah yang diresmikan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Rabu (9/5), melalui telekonferensi dengan masyarakat di salah satu pulau di Kabupaten Pangkep. Hadir dalam peresmian itu anggota Komisi VII DPR Andi Yuliani Paris.

Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar dalam laporannya di acara peresmian yang berlangsung di Desa Batuala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, itu mengatakan kapasitas ke-21 PLTS itu ialah 4,3 Mw dan melayani 11 ribu kepala keluarga dengan Rp136 miliar lebih.

Dirjen Energi Baru dan Terbarukan serta Konservasi Energi Rida Mulyana mengatakan pembangkit listrik tenaga surya dibangun untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh PLN. Prioritas diperuntukkan daerah dengan penduduk minimal 100 kepala keluarga.

Pemanfaatan etanol
Masyarakat menyambut gembira keberadaan PLTS di tempat tinggal mereka. "Sebelumnya masyarakat di sini menggunakan genset dengan pengeluaran Rp4.000 satu hari, itu pun cuma sampai pukul 22.00. Dengan PLTS listrik bisa sampai pukul 07.00 dengan pengeluaran Rp20 ribu per bulan," kata Muslimin, Kepala Desa Mattirowalie, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep.

Dalam sambutannya di peresmian PLTS, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat menyinggung potensi energi baru dan terbarukan di Kabupaten Jeneponto, yakni bioetanol. "Saya dapat laporan bahwa di sini banyak tanaman aren yang bisa diolah menjadi etanol. Etanol adalah bahan campuran untuk bahan bakar minyak supaya polusi udara berkurang," tutur Jonan.

Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM juga meresmikan sumur bor terpadu. Selain menandatangani prasasti, Jonan meresmikan sumur bor terpadu dengan membuka keran air dan membasuh wajah dengan air dari sumut bor serta mencicipinya bersama Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Linrung dan anggota DPR asal anggota DPR RI asal Jeneponto Mochtar Tompo.

Jonan meminta masyarakat merawat sumut bor. "Masyarakat bisa iuran Rp5.000 untuk genset. Kalau dirawat dengan baik, pemanfaatan sumur bor bisa seumur hidup," katanya. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya