Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan meresmikan sumur bor terpadu se-Sulawesi Selatan di Desa Batujala, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan yang sama, Jonan juga meresmikan pembangkit listrik tenaga surya.
Selain menandatangani prasasti, Jonan meresmikan sumur bor terpadu dengan membuka keran air dan membasuh wajah dengan air dari sumur bor bersama Wakil Ketua Komisi VII Tamsil Linrung dan anggota DPR asal anggota DPR Ri asal Jeneponto Mochtar Tompo.
Dalam kesempatan itu, Jonan meminta masyarakat merawat sumut bor. “Masyarakat bisa iuran Rp5.000 untuk genset. Kalau dirawat dengan baik, pemanfaatan sumur bor bisa seumur hidup,” katanya.
Kepala Badan Geologi Rudy Sukendar melaporkan sunut bor yang diresmikan sebanyak 15 unit untuk 15 desa atau kelurahan di enam kabupaten di Sulsel dengan anggaran sebesar Rp6 miliar lebih. Ke-15 unit sunur bor itu berkapasitas 800 meter kubik per tahun untuk melayani 37 ribu jiwa.
Masyarakat menyambut gembira peresmian sumur-sumur bor itu. “Sekarang kami tidak perlu jauh mengambil air beraih untuk keperluan sehari-hari,” kata Kepala Desa Batujala,” Sukirman.
Kepala Badan Geologo Rudy Sukendar melaporkan pembangkit listrik tenaga surya yang diresmikan Menteri ESDM sebanyak 21 unit dengan 4,3 Megawatt dan melayani 11 ribu kepala keluarga dengan anggaran Rp136 miliar lebih.
Dirjen Energi Baru dan Terbarukan serta Konservasi Energi Rida Mulyana mengatakan pembangkit listrik tenaga surya dibangun untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau PLN. Prioritas diperuntukkan bagi daerah dengan penduduk minimal 100 kepala keluarga.
Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan Sulawesi Selatan adalah pelopor energi baru dan terbarukan. “Sulawesi Selatan sudah punya pembangkit listrik tenaga baru di Sidrap dan tahun depan di Jeneponto,” kata Jonan.
Masyarakat menyambut baik beroperainya pembangkit listrik tenaga surya. “Kami dulu menggunakan genset untuk penerangan dengan ongkos Rp4 ribu sehari, itu pun cuma sampai pukul 10 malam. Sekarang dengan liatrik surya kami bayar Rp20 ribu perbulan dan bisa menikmati listrik semalaman,” kata seorang warga melalui tayangan video. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved