Mendag Minta Penjual Patuhi HET

(BYX-4)
05/5/2018 23:00
Mendag Minta Penjual Patuhi HET
( MI/PALCE AMALO)

PEMERINTAH meminta semua pedagang beras medium mematuhi aturan terkait harga jual ke masyarakat.  Harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas tersebut ditetapkan sebesar Rp12.800 per kg. Hal itu ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasti Lukita saat meninjau harga dan ketersediaan barang di Pasar Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/5).

Dalam kesempatan itu, hadir juga Tim Satuan Tugas Pangan Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari kepolisian, dinas perdagangan, ketahanan pangan, dan Badan Usaha Logistik (Bulog) daerah. “Seluruh pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual dan menyediakan beras medium sesuai HET. (Paling murah) Rp9.450, syukur-syukur bisa lebih murah. Paling mahal Rp12.800,” katanya.

Mendag menjelaskan, pemerintah bersama seluruh pihak terkait lainnya akan terus berupaya dalam menjaga stabilitas beras yang menjadi fokus perhatian. Selain langkah persuasif ke pedagang, pihaknya pun akan melakukan intervensi pasar jika harga-harga melonjak tajam. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar untuk menjual beras impor dengan harga yang jauh lebih murah.

Bulog akan membuka outlet di setiap pasar tradisional untuk menjual langsung ke masyarakat. “Ketersediaan bahan pokok jadi hal utama, dan harga pasti akan kita turunkan. Kalau tak ada stok, pemerintah melalui Bulog siap,” katanya seraya menyebut harga dan ketersediaan seluruh barang pokok saat ini dalam kondisi yang normal.Berdasarkan hasil pantauan kali ini pun, Mendag mengakui bahwa daging beku impor kurang disukai masyarakat.

Selain kurang laku, menurutnya pedagang pun tidak berminat menjual karena hanya memiliki laba yang sedikit. Karena itu, Enggartiasto langsung meminta Bulog untuk merevisi harga jual daging beku impor yang saat ini Rp80 ribu per kg.
“Daging beku pada dasarnya lebih sehat, karena daging beku bakterinya sudah mati. Ini yang harus diedukasi ke masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, Koordinator Satgas Pangan Provinsi Jawa Barat, Komisaris Besar Samudi, mengatakan pihaknya terus turun ke lapangan untuk memantau harga-harga kebutuhan pokok.  “Jangan sampai dengan alasan distribusi terhambat, ada lonjakan harga,” tandasnya.

Wakil Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Barat Gunadharma memastikan ketersediaan barang pokok dalam kondisi aman. Menurutnya cadangan beras untuk Bandung saja mencapai 10 ribu ton. (BYX-4)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya