Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN ekonom di Amerika Serikat memperingatkan Presiden Donald Trump dan Kongres AS untuk tidak mengulangi kesalahan yang dibuat pada 1930-an dengan mengadopsi kebijakan proteksionisme perdagangan.
Para ekonom, termasuk 14 pemenang Hadiah Nobel dan mantan penasihat ekonomi mantan presiden AS sebelumnya, mengirim surat kepada Trump dan Kongres untuk mendesak mereka mundur dari ancaman perang tarif, dengan alasan bahwa tindakan serupa yang diambil Kongres pada 1930-an telah menenggelamkan ekonomi AS ke dalam depresi besar.
"Kongres tidak mengambil saran para ahli ekonomi pada 1930, dan warga Amerika di seluruh negeri menanggung akibat buruknya," kata surat yang ditandatangani lebih dari 1.100 ekonom tersebut, seperti dikutip Huffington.post, Jumat (4/5).
"Para ekonom dan guru ekonomi yang bertanda tangan di bawah ini sangat mendesak Anda untuk tidak mengulangi kesalahan itu," lanjut isi surat tersebut.
Menurut Xinhua yang dikutip Antara, aksi itu terinspirasi aksi serupa ketika para ekonom mengirim surat untuk menolak proteksionisme Smoot-Hawley Tariff Act pada 1930. Seperti diketahui, kebijakan (Smoot-Hawley Tariff Act/UU Tarif) yang mengenakan biaya tinggi bagi produk pertanian asing di AS telah memicu depresi besar di negeri itu.
"Adalah salah jalan menyerukan tarif baru dalam menanggapi ketidakseimbangan perdagangan, dan pengenaan tarif pada mesin cuci, panel surya, dan bahkan baja serta aluminium yang digunakan manufaktur-manufaktur AS," kata surat itu.
Trump telah memaksa AS keluar dari Kemitraan Trans-Pa-sifik, dan menegosiasikan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan Kanada dan Meksiko.
Dia juga berencana memberlakukan tarif tambahan pada impor baja dan aluminium dari Tiongkok.
Komunitas bisnis di 'Negeri Paman Sam' telah lama mendesak pemerintah untuk menyelesaikan sengketa perdagangan melalui kerangka multilateral ketimbang memaksakan tarif tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved