Darmin: Kebijakan BI Jangan Dipolemikkan

Tesa Oktiana Surbakti
27/4/2018 16:06
Darmin: Kebijakan BI Jangan Dipolemikkan
(ANTARA)

Bank Indonesia membuka ruang penyesuaian suku bunga acuan (BI 7 Day Reserve Repo Rate/7DRRR) seiring melemahnya nilai tukar Rupiah yang nyaris menembus level Rp 14.000 per Dolar Amerika Serikat (AS). Terbukanya opsi menaikkan suku bunga acuan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan.

Hingga kini suku bunga BI-7DRRR masih bertahan di level 4,25 persen. Pergerakan nilai tukar Rupiah mengacu kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada 27 April 2018 tercatat Rp 13.879 per Dolar AS. Terkait kebijakan Bank Sentral, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai hal itu merupakan strategi menghadapi perubahan situasi global yang di luar kendali.

"Ya itu (opsi menaikkan suku bunga) itu bagian dari menghadapi perubahan situasi global. Termasuk soal kurs," ujar Darmin singkat di kantornya sebelum bertolak ke Singapura, Jum'at (27/4).

Menurutnya, kebijakan Bank Sentral tidak perlu menjadi polemik. Dia meyakini setiap langkah yang ditempuh Bank Indonesia untuk mengurai persoalan sudah tentu mengusung prinsip kehati-hatian. Pun upaya memperkuat nilai tukar Rupiah membutuhkan langkah berkesinambungan.

"Ya biarkanlah BI mengambil jalan untuk menjawab persoalan. Tidak usah terlalu dianggap banyak masalah. Itu bukan akhir dari semuanya. Ini semua kan masih panjang," pungkasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya