Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga multievent Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018. Jakarta dan Palembang didapuk sebagai kota penyelenggaraan pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia yang ke-18 tersebut.
Jika dilihat lingkup pesertanya, ini tentu merupakan hajatan besar. Boleh dibilang, cuma satu tingkat di bawah Olimpiade. Namun, hingga kurang dari lima bulan ajang itu berlangsung, gaungnya nyaris tak terdengar. Wajar jika Presiden Jokowi pada rapat terbatas di Istana Bogor, 18 April lalu, mengkritik hal ini. Dia gundah karena event tersebut sepi promosi.
Padahal, banyak peluang yang dapat dipetik sebuah negara jika menjadi tuan rumah penyelenggaraan event olahraga. Entah itu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, entah Piala Dunia. Keuntungan pertama tentu saja reputasi negara tersebut yang akan terkenal. Kedua, dari sisi ekonomi. Investasi jangka panjang akan berdatangan lewat pembangunan gelanggang maupun infrastruktur penunjang, seperti jalan maupun sarana transportasi.
Hal ini sekaligus memberikan peluang penyerapan tenaga kerja, baik yang bersifat paruh waktu maupun penuh waktu. Sebagai contoh penyelenggaraan Olimpiade London 2012 yang mampu menyerap 8.000 tenaga kerja penuh waktu dan mendatangkan pendapatan bagi kota tersebut hingga 2 miliar pound sterling.
Untuk jangka pendek, penyelenggaraan Asian Games juga akan mendatangkan banyak tamu dari luar negeri, entah itu atlet, ofisial beserta keluarganya, wartawan, entah wisatawan. Uang akan yang mereka belanjakan selama acara itu berlangsung tentunya bakal mengerakkan perekonomian lokal. Dari mulai pemesanan kamar hotel hingga penjual cendera mata kelas kaki lima.
Gambaran menggiurkan itu tentu bukan fiksi. Seperti halnya kesenian, olahraga kini telah menjadi bagian dari industri kreatif yang menguntungkan dari sisi ekonomi, asalkan mampu dikemas dengan baik. Dana Rp6,6 triliun yang disiapkan untuk menggelar acara ini tentu bukan jumlah yang sedikit. Akan menjadi sia-sia ongkos yang sebagian besarnya diambil dari kas negara itu jika acara ini amburadul dan sepi peminat.
Ingat, perhelatan semacam ini selalu menjadi sorotan dunia internasional. Baik-buruknya penyelenggaraan acara ini, negara kita kelak akan dikenang. Jangan sampai kasus seperti korupsi pembangunan wisma atlet Hambalang, kembali terulang. (E-
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved