Industri Otomotif Berkembang

Rudy Polycarpus
20/4/2018 07:15
Industri Otomotif Berkembang
( ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

PRESIDEN Joko Widodo optimistis revolusi industri keempat atau Industri 4.0 bakal membuat pertumbuhan industri ­otomotif melonjak meski masa transisi dari Industri 3.0 ke 4.0 memberikan guncangan terhadap industri otomotif.
Demikian disampaikan Presiden di hadapan kalangan pelaku industri otomotif dalam pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, kamis (19/4).

Ikut mendampingi Presiden pada IIMS 2018 ialah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Selain itu, hadir pula duta besar negara-negara sahabat, pengurus Gaikindo dan AISI, juga pihak agen pemegang merek (APM) mobil dan sepeda motor.
Menurut Jokowi, Industri 4.0 memang bakal mengubah beberapa jenis pekerjaan. Namun, dia yakin tidak sampai membuat jumlah pekerja dalam sektor industri otomotif berkurang.

Ia menjelaskan saat ini dunia otomotif sedang mengalami tren perubahan dari kendaraan bertenaga bahan bakar minyak ke listrik. Mobil listrik memiliki komponen satu per sepuluh daripada mobil biasa. Ini membuat industri otomotif bisa menciut 90%.
Namun, menurut Jokowi, saat ini tren mobil publik justru berkembang. Satu mobil yang dapat digunakan banyak orang akan membuat life circle mobil itu bertambah lebih cepat.

“Kalau dulu mobil pribadi bisa bertahan 12 tahun, mungkin nanti mobil publik harus ganti 2-4 tahun. Itu artinya produksi mobil harus lebih banyak,” jelasnya.

Karena itu, revolusi industri keempat pada industri otomotif justru akan memunculkan pekerjaan baru dengan jumlah pekerja yang diperkirakan meningkat ketimbang sebelumnya.

Dia menegaskan yang diperlukan saat ini ialah menyadari perkembangan tren dan sigap bersiap diri. “Saya yakin dengan bakat yang dimiliki oleh Indonesia pada sektor otomotif, bisa kita garap peluang-peluang yang ada,” tutup Presiden.

Nilai tambah PDB
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan industri otomotif nasional terus berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. Dari tahun ke tahun, kontribusi industri otomotif baik roda dua maupun roda empat selalu memberikan nilai tambah bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Tak ayal, produksi kendaraan pun terus bertambah tiap tahunnya.

Data akhir tahun lalu mencatat produksi kendaraan roda empat di Tanah Air meningkat hingga 1,216 juta unit lebih tinggi daripada produksi 2016 yang tercatat 1,177 juta unit.

Angka itu diperkuat dengan peningkatan ekspor unit kendaraan utuh (CBU) yang mencapai 231 ribu unit dan komponen pendukung hingga 8,1 juta bagian, atau meningkat ketimbang di 2016 yang mencapai 194 ribu unit dan 6,2 juta bagian untuk komponen.
Besarnya kontribusi itu, menurut Airlangga, dianggap layak bahwa industri otomotif sebagai salah satu pionir dalam Industri 4.0. “Apalagi, industri otomotif menjadi salah satu industri yang menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Tidak kurang dari 1,5 juta pekerja kini menggantungkan hidup pada industri otomotif,” pungkas Airlangga.

IIMS 2018 kali ini melibatkan 38 merek kendaraan dan lebih dari 350 perusahaan. Penyelenggara IIMS 2018, Dyandra Promosindo, menargetkan 525 ribu pengunjung dengan target transaksi Rp3,3 triliun. (Gnr/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya