Mendag Protes Norwegia soal Larangan Sawit

(Pra/E-2)
19/4/2018 03:15
Mendag Protes Norwegia soal Larangan Sawit
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

PEMERINTAH terus melawan berbagai kampanye hitam yang dilakukan negara-negara Uni Eropa terhadap produk minyak sawit berserta turunannya asal Indonesia, baik melalui advokasi atau upaya hukum maupun jalur diplomasi.

Kemarin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mewakili pemerintah Indonesia, bahkan menyampaikan protes langsung kepada Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg terkait dengan kebijakan pelarangan masuknya produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang hendak diberlakukan negara tersebut. “Saya sampaikan keberatan kita atas pernyataan parlemen Norwegia tentang usul mereka melarang masuknya CPO kita serta produk turunannya,” ujar Enggar saat menerima koleganya tersebut di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/4).

Pemerintah Indonesia, kata Enggar, tidak akan tinggal diam jika Norwegia pada akhirnya menerapkan kebijakan itu. “Kalau ini terus dilakukan, kami juga akan beraksi untuk menolak impor ikan asal Norwegia,” sambungnya.

Enggar menyampaikan inti pertemuannya dengan sang kolega dari Norwegia itu ialah untuk menyelesaikan proses finalisasi mengenai European Free Trade Association (EFTA). Ia menyebutkan kedua belah pihak terus mengupayakan agar perjanjian itu segera selesai karena pembahasan telah berjalan cukup lama. “Nanti akan ada tim dari dua negara yang bertemu lagi pada 23 April. Mereka akan membahas kembali, tetapi sekali lagi dalam pertemuan itu saya menegaskan agar pembicaraan itu ialah untuk kepentingan kita bersama,” tegasnya.

Maret lalu, Indonesia memenangi gugatan ban-ding di Mahkamah Uni Eropa terkait dengan tuduhan pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) untuk produk biodiesel. Dampak putusan itu, Uni Eropa bersedia menghapus pengenaan BMAD sebesar 8,8%-23,3% atas produk biodiesel dari Indonesia. (Pra/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya