Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (persero) mengapresiasi keputusan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang memberikan 8 blok wilayah kerja (WK) minyak dan gas (migas). Kedelapan blok WK yang diserahkan pemerintah kepada Pertamina ialah WK NSC, Ogan Komering, SES, Tuban, East Kalimantan, Sanga-sanga, Ataka, dan Tengah.
“Kami apresiasi keputusan pemerintah yang memberikan delapan WK dengan 100% pengelolaannya kepada Pertamina,” kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina Gigih Prakoso di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, kemarin.
Menurut dia, Pertamina akan menjalankan mandat itu seoptimal mungkin agar memberi manfaat lebih kepada negara. Salah satunya mempelajari lebih dulu peta operasi untuk menentukan strategi pengelolaan dan pengembangannya.
Tidak hanya itu, lanjut Gigih, Pertamina akan mengajak join perusahaan lain dalam pengelolaan delapan WK yang resmi diserahkan ke Pertamina pada Jumat (19/4) di Kantor Kementerian ESDM. Dengan begitu, Pertamina bisa mendapatkan dana segar untuk operasional pengelolaan WK baru itu.
“Kalau kita punya rumah, pengelolaannya 100% oleh kita, tentu bisa bermitra dengan pihak lain dengan status sewa. Dengan begitu, kita bisa mendapat dana,” ujarnya. Ia juga mengaku pihaknya akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Agung untuk pendampingan. “Kami lebih hati-hati, supaya lebih prudent,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira Adhinegara. Menurut dia, keputusan pemerintah menyerahkan delapan WK migas kepada PT Pertamina harus dipastikan tidak membebani keuangan Pertamina.
Karena itu, ia setuju pada Pertamina yang akan mengajak perusahaan lain untuk bergabung mengelola delapan WK itu. “Pemerintah pun perlu melonggarkan aturan dengan mempersilakan Pertamina bekerja sama dengan perusahaan swasta dalam pengelolaanya,” kata Bhima kepada Media Indonesia.
Masih produktif
Sebelumnya, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan pemerintah memutuskan delapan blok WK yang sudah habis masa konsensinya diserahkan ke Pertamina. Keputusan diambil setelah Pertamina menyelesaikan kajian mengenai kesiapan menerima blok WK terminasi sekaligus dalam jumlah banyak.
“Pemegang interest lama yang mengoperasikan WK sebelumnya bersama Pertamina hanya melakukan negosiasi B to B dengan Pertamina,” kata dia pada bincang santai migas di Kantor SKK Migas, Senin (16/4) malam.
Menurut dia, kedelapan WK saat ini memproduksi 68,599 barel per hari. “Jadi, lapangan migas itu masih produktif sehingga masih menguntungkan jika dioperasikan Pertamina,” ujarnya.
Amien mengatakan Pertamina akan jadi operator di WK dan dibebaskan menggandeng mitra, termasuk pemerintah daerah. Secara khusus pemda diberi alokasi hak partisipasi 10%. “Pemda nanti mengalokasikan ke BUMN, dan tak perlu mengeluarkan dana tunai, tetapi dibayarkan melalui bagian keuntungan yang diperoleh dengan mengoperasikan blok WK.” (Uud/E-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved