900 Ton Benih Diekspor ke 10 Negara

(E-3)
18/4/2018 04:30
900 Ton Benih Diekspor ke 10 Negara
(ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mampu mengeks­por produk pertanian berupa benih hortikultura hingga menembus 10 negara. Langkah itu menunjukkan industri perbenihan Indonesia sudah maju dan mampu bersaing dengan produk benih negara lain.
Melalui keterangan pers­nya yang diterima Media Indonesia, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi menyampaikan Kementan akan terus mendorong peningkatan produksi pertanian termasuk benih ber­daya saing agar bisa masuk pasar ekspor.

“Ini sejalan dengan kebi­jakan Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman), yakni men­dorong ekspor, selain kebijakan kedaulatan pangan dan menyejahterakan petani,” ungkap Suwandi saat pelepasan ekspor benih hortikultura, di Kediri, Jawa Timur, Selasa (17/4).
Salah satu pengekspor be­nih hortikultura ialah PT Bisi International Tbk (BISI) yang mampu mengekspor benih hortikultura di kisaran 10% dari total produksi tahun lalu setelah mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Direktur utama BISI Inter­na­sional Jemmy Eka Putra menyampaikan ke-10 negara tujuan ekspor benih hortikultura ialah India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Tiongkok.

Pelepasan ekspor itu, lanjut dia, bagian dari rencana ekspor pada 2018 sebesar 900 ton benih atau naik 50% ketimbang 2017. Demikian pu­la, pada 2019 ditargetkan naik lebih tinggi lagi.

Dia melanjutkan beberapa benih hortikultura yang diekspor, yaitu benih pare, cabai, paprika, timun, gambas, melon, waluh, sweet corn, pare welut, semangka, terong, tomat, jagung pulut, kacang panjang, kangkung, bayam, okra, dan buncis. Totalnya mencapai 18 komoditas.

“Proses produksi benih sekitar 99% dikerjakan bermitra dengan petani. Ini bermitra dengan memberdayakan 9.900 petani pada hamparan 3.340 hektare di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB,” jelas Jemmy.

Sementara itu, Nasirudin, petani penangkar benih mitra BISI spesial tanaman hib­rida pare, gambas, pare welut, dan melon, menambahkan, pihaknya sudah bermitra le­­bih dari 18 tahun. Menurutnya, pola kerja sama ini menguntungkan petani. (E-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya