Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RENDAHNYA produksi migas di Indonesia tidak lepas dari banyaknya lapangan migas yang belum dieksplorasi. Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Arief Setiawan Handoko menyebut, dari total 128 cekungan yang berpotensi terdapat migas di wilayah Indonesia, baru 18 cekungan yang berproduksi.
"Cekungan yang sudah dibor tapi belum dikembangkan ada 12, lalu ada 24 cekungan yang sudah dibor tapi tidak dikembangkan, dan masih ada 74 cekungan yang belum dieksplo-rasi," ujar Arief dalam acara Bincang Emiten Migas di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, (16/4)
Menurutnya, 74 cekungan tersebut merupakan peluang besar bagi industri hulu migas untuk mengeksplorasi secara lebih masif. SKK Migas pun mengajak investor untuk berinvestasi dalam hal eksplorasi. Apalagi terdapat potensi penambahan produksi minyak hingga 400 ribu barel per hari dari kegiatan eksplorasi.
"Kita berikan peluang bagi investor agar kegiatan eksplorasi dimasifkan untuk menemukan cadangan baru karena konsumsi kita sekitar 1,6 juta barel per hari," lanjutnya.
Dorongan investasi untuk kegiatan eksplorasi, lanjut Arief, perlu dilakukan. Pasalnya selama beberapa tahun terakhir nilai investasi untuk eksplorasi terus menurun. Menurut Arief, pada 2013 investasi untuk eksplorasi mencapai US$2,1 miliar, sedangkan pada 2017 jumlahnya hanya US$180 juta.
Untuk mengaet investor agar mau ikut mengeksplorasi, pemerintah telah mengubah kontrak migas dari cost recovery ke gross split.
Di samping itu, pemerintah menderegulasi dan memangkas izin-izin yang menghambat. Di sektor migas, dari Kementerian ESDM ada 18 regulasi dan 23 perizinan yang dicabut, SKK Migas ada 13, dan BPH Migas ada 3 perizinan," sebutnya.
Dengan upaya tersebut diharapkan sepanjang tahun ini investasi atas eksplorasi migas meningkat sebesar US$810 juta. Dengan asumsi Indonesia crude price (ICP) sebesar US$58 per barel, investasi eksplorasi pada 2019 juga diperkirakan sebesar US$975 juta dan pada 2020 menjadi US$1 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved