BI, TNI-AL Besinergi Galakkan Kas Keliling

(Pra/E-3)
16/4/2018 05:45
BI, TNI-AL Besinergi Galakkan Kas Keliling
(ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

BANK Indonesia (BI) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) melaksanakan prog-ram Pelepasan Kas Keliling untuk Masyarakat di Wilayah Terdepan, Terpencil, dan Terluar di Kepulauan Riau. Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengungkapkan pihaknya memiliki kewajiban untuk mendistribusikan uang ke semua wilayah Indonesia sehingga program tersebut menjadi program prioritas sebagai salah satu upaya menjaga kedaulatan negara.

“Pendistribusian ini kami lakukan dengan cara menukarkan uang lama yang mungkin sudah lusuh dengan uang baru yang masih bagus, fresh,” ujar Rosmaya Hadi di Batam, Kepulauan Riau, pekan lalu Ia melanjutkan, dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau, BI tentu membutuhkan bantuan TNI-AL yang memiliki infrastruktur kapal untuk menjangkau pulau-pulau terpencil dan terluar.

Pada kegiatan pendistribusian kali ini, kedua pihak melakukan perjalanan kas keliling kepulauan ke enam pulau, yaitu Jemaja, Tarempa, Laut, Subi Kecil, Sarasan, dan Tambelan Besar. Perjalanan tersebut akan ditempuh dalam waktu kurang lebih delapan hari. Adapun uang yang akan didistribusikan sebesar Rp5 miliar.

Pada kesempatan itu BI dan TNI-AL juga akan memberikan bantuan sosial, juga melakukan edukasi tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah dan bagaimana cara merawat uang yang baik dan benar. Kerja sama BI dan TNI-AL sedianya telah dilakukan sejak 2011. Tahun ini ­program tersebut ditargetkan dilakukan sebanyak 14 kali, dari Sabang sampai Merauke.

“Kegiatan di Batam ini yang ketiga di 2018 setelah sebelumnya dilakukan di perairan Surabaya hingga Kalimantan Selatan dan di perairan Nusa Tenggara Barat,” tutur Rosmaya. Sementara itu, Wakil Asisten Operasi KSAL Markas Besar TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Yusup, mengatakan selama ini dalam proses pendistribusian pihaknya tidak mengalami hambatan. Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, kedaulatan NKRI dapat betul-betul terjaga. “Dulu di beberapa ­perbatasan uang yang beredar itu ringgit Malaysia, barang-barangnya pun banyak dari sana. Sekarang hal itu bisa dicegah,” kata Yusup. (Pra/E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya