Perluasan Bandara Kurangi Antrean Pesawat

Cahya Mulyana
16/4/2018 04:00
Perluasan Bandara Kurangi Antrean Pesawat
(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

UNTUK meningkatkan kapasitas penumpang dan layanan logistik, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terus berbenah. Salah satunya dengan membangun landasan pacu (runway) ketiga dengan dana Rp1,6 triliun. Selain landasan pacu, di bandara ter-sibuk di Indonesia itu juga akan ada penambahan east cross taxy way, perluasan gudang kargo, dan pembangunan terminall empat.

“Kita sudah melihat dua dari tiga proyek (proyek runway 3, east cross taxi way, dan cargo village) yang ada di Bandara Soekarno-Hatta. Intinya, bandara ini akan meningkatkan kapasitas yang sekarang ini sudah 63 juta penumpang per tahun, kita rencanakan bisa menampung kurang lebih 100 juta lebih pada 2025,” terang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (15/4).

Menurut Menhub, Bandara Soekarno-Hatta dalam waktu 60 menit baru bisa melayani 81 lepas landas (take off) dan pendaratan (landing). Segera setelah landasan pacu ketiga yang direncanakan pembangunannya selesai pada Agustus 2019, bisa melayani take off dan landing sebanyak 114 per jam. “Selain itu, kita bangun cargo village karena permintaan angkutan barang banyak sekali.”

Menurutnya, pembangunan runway ketiga bisa ­meningkatkan pelayanan karena bisa ­memangkas waktu antre pesawat yang akan terbang ataupun mendarat.

Pembebasan lahan
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan pembebasan lahan untuk pembangunan runway ketiga dan east cross taxi way Bandara Soekarno-Hatta sudah rampung 115 hektare (ha), ­tersisa 101 ha dari total lahan yang dibutuhkan 216 ha. Sambil menunggu pembebasan yang ditargetkan rampung September 2018, pembangunan sudah dimulai.

“Kita sudah menyelesaikan sampai Jumat (13/4) kemarin itu 115 hektare dari 216 hektare. Jadi masih tersisa 101 hektare. Nah ini masih terus berjalan, asumsi ini akan bisa selesai Agustus sampai September 2018. Tapi bisa lihat sendiri bahwa pembangunan ini dilakukan paralel,” terangnya.

Menurut dia, kontraktor yang telah terpilih untuk pembangunan proyek tersebut, PT PP, akan segera memulai konstruksi pada akhir bulan ini. Proyek yang akan dimulai pembangunannya ialah runway ketiga. “Waktu yang dibutuhkan sampai beroperasi itu 16 bulan, runway dan east cross taxiway akan selesai Juli atau Agustus 2019,” katanya.

Pembangunan proyek east cross taxi way sudah 10% karena sudah dimulai sejak 1 Desember lalu, sedangkan east cross ditargetkan selesai April 2019 dan proses verifikasi dan sebagainya ditargetkan rampung sekitar Juli 2019.

Di sisi lain, penambahan kapasitas kargo juga akan dilaksanakan untuk mampu menampung 1.5 juta ton per tahun dari saat ini hanya 760 ribu ton. “Tahapannya ada dua, yang sekarang kita bangun untuk sisi udaranya, apron cargo village untuk tahap kedua logistice warehouse-nya. September 2019 selesai.”  

Belum lama ini, Airports Council International (ACI) menempatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di peringkat ke-17 dari ratusan bandara internasional sebagai bandara tersibuk di dunia, mengungguli Changi (Singapura) dan Incheon (Korea Selatan). (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya