Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melaksanakan program Pelepasan Kas Keliling untuk masyarakat di wilayah terdepan, terpencil, dan terluar di Kepulauan Riau.
Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengungkapkan pihaknya memiliki kewajiban untuk mendistribusikan uang ke semua wilayah Negara Kepulauan Republik Indonesia maka dari itu program tersebut menjadi program prioritas sebagai salah satu upaya menjaga kedaulatan negara.
"Pendistribusian ini kami lakukan dengan cara menukarkan uang lama yang mungkin sudah lusuh dengan uang baru yang masih bagus, fresh," ujar Rosmaya Hadi di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (13/4).
Dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau, lanjutnya, BI tentu membutuhkan bantuan TNI AL yang memiliki infrastruktur kapal untuk menjangkau pulau-pulau terpencil dan terluar.
Pada kegiatan pendistribusian kali ini, kedua pihak itu akan melakukan perjalanan kas keliling kepulauan ke enam pulau yakni Jemaja, Tarempa, Laut, Subi Kecil, Sarasan dan Tambelan Besar. Perjalanan tersebut akan ditempuh dalam waktu kurang lebih delapan hari.
Adapun, uang yang akan didistribusikan sebesar Rp5 miliar.
Tidak hanya mendistribusikan uang, di enam pulau itu, BI dan TNI AL juga akan memberikan bantuan sosial PSBI, melakukan edukasi tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah dan bagaimana cara merawat uang yang baik dan benar.
Kerja sama BI dengan TNI AL sedianya telah dilakukan sejak 2011. Pada tahun ini, program tersebut ditargetkam dilakukan sebanyak 14 kali mulai dari Sabang sampai Merauke.
"Kegiatan di Batam ini merupakan yang ketiga di 2018 setelah sebelumnya dilakukan kegiatan di perairan Surabaya hingga Kalimantan Selatan dan di perairan Nusa Tenggara Barat," tutur Rosmaya.
Adapun, Wakil Asisten Operasi Kasal Markas Besar TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Yusup, mengatakan selama ini, dalam proses pendistribusian, pihaknya tidak mengalami adanya hambatan.
"Selama ini lancar," ucapnya.
Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, ia mengatakan kedaulatan NKRI dapat betul-betul terjaga.
"Dulu di beberapa perbatasan uang yang beredar itu ringgit Malaysia, barang-barangnya pun banyak dari sana. Sekarang kami aktif melakukan kegiatan ini dan hal itu bisa dicegah," kata Yusup. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved