Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA pemeringkat Moody’s Investor Service (Moody’s) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3 atau Outlook Positif menjadi Baa2 atau Outlook Stabil.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, menyatakan dengan perbaikan rating ke level Baa2 oleh Moody’s, kini Indonesia telah diakui oleh empat lembaga rating internasional dan berada pada satu tingkat lebih tinggi dari level Investment Grade sebelumnya. Rating tersebut adalah level tertinggi yang pernah disematkan Moody's kepada Indonesia.
"Pencapaian ini merupakan suatu prestasi besar di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan. Hal ini dapat terwujud melalui konsistensi upaya Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," ujar Agus, hari ini.
Dalam kaitan ini, lanjutnya, Bank Indonesia akan terus mewaspadai peningkatan risiko global dan mengoptimalkan bauran kebijakan termasuk kebijakan makroprudensial dan pendalaman pasar keuangan dalam menjaga stabilitas perekonomian yang menjadi landasan utama bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan inklusif.
Dalam siaran persnya, Moody’s mengungkapkan faktor kunci yang mendorong peningkatan rating itu adalah kerangka kebijakan, baik fiskal dan moneter yang kredibel dan efektif sehingga membuat stabilitas makro ekonomi kian kondusif.
Di sisi fiskal, pemerintah dinilai mampu menjaga fiskal defisit di bawah batas 3% sejak diberlakukan pada 2003. Defisit yang dapat dipertahankan di level bawah dan didukung oleh pembiayaan yang bersifat jangka panjang dapat menjaga beban utang tetap rendah sehingga mengurangi kebutuhan dan risiko pembiayaan.
Sementara, di sisi moneter, Bank Indonesia telah menunjukkan rekam jejak dalam memprioritaskan stabilitas makro ekonomi. Penerapan kebijakan nilai tukar fleksibel dan koordinasi kebijakan yang lebih efektif antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat serta Daerah dinilai mampu menjaga inflasi di level yang cukup rendah dan stabil.
Semua hal itu, dan ditambah dengan cadangan devisa yang bertumbuh akhirnya memperkuat ketahanan dan kapasitas Indonesia dalam menghadapi gejolak eksternal. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved