Moody's Naikkan Peringkat Indonesia, Mengubah Outlook Jadi Stabil

RO/Micom
13/4/2018 09:21
  Moody's Naikkan Peringkat Indonesia, Mengubah Outlook Jadi Stabil
(Wikipedia)

MOODY'S Investor Service menaikkan peringkat (rating) utang domestik dan luar negeri Indonesia menjadi Baa2. Lembaga pemeringkat ini juga menaikkan outlook menjadi stabil stabil dari sebelumnya Baa3 dengan outlook positif.

Dalam keterangannya, Jumat (13/4), Moody's menilai peningkatan rating menjadi Baa2 didukung oleh kerangka kebijakan yang semakin kredibel dan efektif yang kondusif bagi stabilitas makroekonomi.

“Peningkatan penyangga keuangan, kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana, memperkuat keyakinan Moodys bahwa ketahanan dan kapasitas Indonesia untuk merespons guncangan. Akibatnya, utang Indonesia sebanding dengan negara di tingkat Baa2,” tulis analyst Sovereign Risk Group of Moody's Investors Service, Anushka Shah.

Dalam sisi kebijakan moneter, Moody's memandang Bank Indonesia (BI) memprioritaskan stabilitas makro ketimbang pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Target inflasi telah tercapai dalam tiga tahun terakhir dan ekspektasi inflasi yang terjangkar di level yang moderat. 

Moody’s mengharapkan bahwa fokus untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan membangun penyangga keuangan yang semakin jelas dalam beberapa tahun terakhir akan tetap ada. Sebab, kebijakan-kebijakan ini dan cadangan keuangan yang lebih besar memperkuat kapasitas Indonesia untuk menanggapi guncangan.

Di sisi fiskal, Moody’s menyatakan bahwa pemerintah telah mempertahankan kepatuhan ketat terhadap batas defisit anggaran 3%. Moody’s mengharapkan fokus pada kehati-hatian fiskal untuk tetap dilakukan agar berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi makro.

“Defisit rendah yang berkelanjutan menjaga beban utang tetap rendah. Dikombinasikan dengan jangka waktu pendanaan yang panjang, dapat mengurangi kebutuhan pembiayaan dan risiko,” tulis Moody's.

Terkait dengan kemampuan utang, Moody's memperkirakan, utang pemerintah Indonesia akan berkisar 30% dari PDB dalam beberapa tahun mendatang, di bawah rata-rata 39% dari PDB untuk semua sovereign yang memiliki investment grade. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya