Laju Dunia Usaha makin Moncer di Triwulan II

Cahya Mulyana
13/4/2018 03:15
Laju Dunia Usaha makin Moncer di Triwulan II
(MI/PANCA SYURKANI)

Laju kegiatan usaha pada triwulan II 2018 diprediksi akan makin kencang seiring­ dengan bertumbuhnya laju kegiatan usaha pada triwulan I 2018 yang lebih cepat jika dibanding triwulan IV 2017.  Berdasarkan survei yang digelar Bank Indonesia (BI) terhadap kegiatan dunia usaha dan hasil lainnya, yakni ekspansi kegiatan usaha, akan terus berlanjut pada triwulan II 2018.

“Kegiatan usaha di triwulan I (2018) lebih baik jika dibanding triwulan IV (2017). Pasalnya, terjadi ekspansi usaha lebih baik dari 7,4% menjadi 8,2%.  Ini mengindikasikan kegiatan usaha di triwulan I lebih baik jika dibandingkan sebelumnya,” jelas  Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Yati Kurniati dalam pemaparan di gedung BI Jakarta, Kamis (12/4).

Geliat ekonomi terjadi lebih tinggi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan serta industri pengolahan. Percepatan laju kegiatan usaha di berbagai sektor itu akan terus berlanjut pada triwulan II-2018, terlebih saat mendapat permintaan tinggi menjelang dan selama bulan puasa, Mei-Juni.

“Bulan Mei masuk bulan Ramadan itu kegiatan makin meningkat terutama di industri pengolahan yang makin besar. Perdagangan hotel, keuangan  dan restoran juga akan meningkat,” paparnya. Survei terhadap 3.200 perusahaan itu mendapatkan hasil lain, yakni kondisi sektor industri pengolahan yang di antaranya mencakup tekstil, logam dasar besi baja, makanan minuman dan tembakau, barang dari kayu, serta kertas dan barang cetakan akan terus membaik.

“Ekspansi lainnya pada triwulan II-2018 juga diperkirakan terjadi pada sektor pertanian, terutama pada bahan makanan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan pertanian,” ujarnya. Hal yang masih terekam lambat pada triwulan I 2018 ialah pada sektor kontruksi. Namun, itu terjadi karena mereka menunggu masuknya alat berat, bangunan, dan logam.  “Namun, pada trriwulan II dia akan ada kemajuan,” pungkasnya.  Dampak langsung dari perbaikan laju dunia usaha itu ialah penyerapan tenaga kerja sangat baik.

Ekonomi membaik
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 akan meningkat menjadi  5,3%. Kondisi yang sama juga terjadi terhadap negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasiflk diperkirakan mencapai 6,3%. “Kita prediksi (pertumbuhan ekonomi) Indonesia di 2018 itu 5,3%, naik dari 5,1% di 2017. Itu termasuk karena investasi sangat kuat,“ terang ekonom senior Bank Dunia, Derek Chen  di Jakarta, Kamis (12/4).

Selain investasi, lanjut dia, faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak itu pada 2018 berasal dari konsumsi masyarakat, termasuk momentum belanja untuk pilkada serentak. “Kami melihat konsumsi rumah tangga akan naik sedikit seiring dengan adanya pemilu. Sekarang, investor mungkin sedang menunggu apa yang akan terjadi di 2018 dan 2019 dan berasumsi tidak terlalu mengejutkan,” tutupnya. (E-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya