Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan tetap kuat dan mencapai 6,3% pada 2018, menurut laporan ekonomi Bank Dunia terbaru di kawasan tersebut. Namun, negara-negara kawasan ini diminta untuk mewaspadai kenaikan suku bunga negara maju yang naik lebih cepat dari perkiraan.
Prospek dalam pemulihan global yang luas serta permintaan domestik yang kuat mendukung proyeksi positif ini. Namun, risiko yang muncul terhadap stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian yang serius.
Enhancing Potential, laporan World Bank East Asia dan Pacific Economic Update edisi April 2018 yang dirilis hari ini, menggarisbawahi bahwa bahkan dengan prospek yang menguntungkan, pembuat kebijakan di kawasan disarankan untuk mengenali dan mengatasi tantangan yang muncul.
Menghadapi risiko jangka pendek terkait kenaikan suku bunga negara maju yang naik lebih cepat dari perkiraan serta kemungkinan adanya eskalasi ketegangan perdagangan akan membutuhkan kebijakan moneter yang lebih ketat dan penyangga fiskal yang lebih besar.
“Pertumbuhan yang kuat telah mendukung pencapaian luar biasa di kawasan ini dalam mengurangi kemiskinan ekstrem. Untuk melanjutkan keberhasilan tersebut dan meningkatkan prospek bagi sebagian besar penduduk yang masih belum memiliki keamanan secara ekonomi akan membutuhkan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Victoria Kwakwa, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik.
“Para pembuat kebijakan perlu memberi fokus pada penanganan risiko terhadap stabilitas ekonomi sambil mengambil langkah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan jangka panjang.”
Setelah tumbuh lebih cepat dari perkirakan pada tahun 2017, pertumbuhan Tiongkok diperkirakan akan sedikit melambat menjadi 6,5% pada 2018 karena ekonomi mereka terus melakukan penyeimbangan dari investasi menuju konsumsi domestik dengan kebijakan yang lebih memberi fokus pada perlambatan ekspansi kredit dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.
Di luar Tiongkok, pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan tetap stabil pada tahun 2018 sebesar 5,4 persen, mencerminkan berlanjutnya permintaan domestik dan eksternal yang kuat.
Pertumbuhan di Indonesia dan Thailand diperkirakan akan menguat pada 2018, dengan meningkatnya prospek untuk investasi dan konsumsi swasta. Di Filipina, pertumbuhan kemungkinan akan tetap stabil pada tahun 2018. Di Malaysia dan Vietnam, pertumbuhan diperkirakan akan menurun; karena investasi publik moderat untuk Malaysia sementara untuk Vietnam karena produksi pertanian menjadi stabil setelah rebound pada tahun 2017. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved