Dua Emiten Pangkas Jumlah Emisi Saham

Fetry Wuryasti
10/4/2018 06:10
Dua Emiten Pangkas Jumlah Emisi Saham
(ANTARA)

SITUASI pasar modal yang kurang kondusif menyebabkan dua perusahaan yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin melakukan pemangkasan jumlah emisi saham yang mereka keluarkan.

Hal itu harus dilakukan agar saham yang dilepas dapat diserap pasar.

PT Tridomain Perfomance Materials (TPDM) Tbk berniat melepas 5,79 miliar saham di rentang harga Rp220-Rp270 per saham. Namun, keadaan itu berubah menjadi 1,80 miliar saham yang dilepas di harga Rp228 per saham sehingga meraih dana segar cukup sedikit, hanya sebesar Rp411 miliar.

Senada dengan Tridomain, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk juga menyusutkan pelepasan saham mereka di bursa, dari 200 juta saham menjadi 152,88 juta. Dari hasil IPO, perusahaan meraup dana segar Rp178,8 miliar.

"Dikurangi karena kondisi pasar tidak stabil sehingga lebih baik diturunkan agar dapat diserap pasar," ungkap Associate Director PT Sinarmas Sekuritas Harta Setiawan saat ditemui di Gedung BEI, kemarin.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Gihon Telekomunikasi Indonesia Rudolf P Nainggolan mengungkapkan alasan yang sama dengan Harta. Penurunan jumlah saham karena menyesuaikan kondisi pasar yang belakangan ini sedang mengalami naik turun.

Itu membuat perusahaan tidak pasti untuk melepas besaran saham yang akan dilempar ke publik.

"Pasar agak lesu, tapi dana yang kita dapat masih sesuai dengan kebutuhan dana kami," ujar dia.

Dana segar dari hasil IPO Gihon Telekomunikasi setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 51,98% akan digunakan untuk melunasi seluruh pinjaman kepada PT Bank Mandiri Tbk, sebesar 29,07% akan digunakan perseroan untuk modal kerja sebagai mendukung operasional, sisanya 15,65% untuk belanja modal kerja.

Tridomain Performance Materials menggunakan dana hasil IPO sebesar 55% untuk ekspansi usaha entitas anak, sisanya 45% untuk pemberian modal kerja operasional pabrik yang berhubungan dengan produksi.

 

Indeks menguat

Meski menyusutkan jumlah emisi saham, kinerja saham dua perusahaan itu di hari pertama cukup baik. Harga saham Gihon naik 50% ke level Rp1.775 jika dibandingkan dengan harga perdana Rp1.170 per saham. Saham Tridomain juga mencatatkan kenaikan 50% ke posisi Rp342 jika dibandingkan dengan harga perdana Rp228 per saham.

Indeks BEI ditutup menguat sebesar 71,07 poin menjadi 6.246,3 seiring dengan aksi beli investor di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang melambat.

Analis BNI Sekuritas Andri Zakaria Siregar di Jakarta, kemarin, mengatakan data tenaga kerja di Amerika Serikat yang di bawah estimasi pasar membuat prospek kenaikan suku bunga The Fed tidak akan terlalu agresif pada tahun ini sehingga meredakan kekhawatiran investor.

"Data yang di bawah ekspektasi itu dijadikan kesempatan investor untuk melakukan akumulasi terhadap saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam," katanya.

Andri menambahkan, pergerakan indeks searah dengan bursa saham di kawasan Asia lainnya yang juga menguat.Kendati demikian, sentimen negatif mengenai perang dagang AS dan Tiongkok masih membayangi pergerakan indeks ke depan. (MTVN/E-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya