Pertumbuhan Bank Jateng terus Melesat

Haryanto
06/4/2018 09:30
Pertumbuhan Bank Jateng terus Melesat
(Dok.Bank Jateng)

MEMASUKI usia 55 tahun, Bank Jateng (Jawa Tengah) mengalami pertumbuhan pesat. Bank milik pemerintah daerah Jawa Tengah ini menjadi satu-satunya bank yang ikut berperan dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Jawa Tengah.

Bahkan, di bawah komando Supriyatno sebagai Direktur Utama sejak empat tahun lalu, Bank Jateng mengalami pertumbuhan yang melesat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan nilai aset pada akhir 2017 mencapai Rp61 triliun. Nilai tersebut melonjak dua kali lipat jika dibandingkan dengan empat tahun lalu, yang membuat Bank Jateng menduduki posisi kedua sebagai bank pembangunan daerah (BPD) terbesar di Indonesia.

Terkait dengan permodalan, Bank Jateng juga pada 2018 telah masuk sebagai Bank BUKU III atau naik kelas. Hal itu, menurut Nano--sapaan Supriyatno--, punya konsekuensi regulasi lebih ketat, termasuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta penambahan satu direktur bidang pendanaan. "Hal yang membanggakan ialah pencapaian laba 2017 tembus di atas Rp1 triliun," paparnya. Prestasi tersebut membuat Bank Jateng diganjar 22 penghargaan pada 2017.

Namun, Bank Jateng ialah BPD yang salah satu fungsinya ialah sebagai pendorong terciptanya tingkat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, khususnya di Jawa Tengah.

Alasannya, terdapat beberapa daerah kabupaten/kota masuk kategori daerah 'merah'.

Hal itu mendorong Bank Jateng untuk menerbitkan produk yang dapat membantu warga dari sisi permodalan untuk mempermudah mereka memulai usaha yang akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Produk tersebut antara lain, Kredit Mitra Jateng 25. Produk ini berupa pinjaman berbunga rendah, sebesar 7% per tahun efektif dan tanpa subsidi. "Tidak dipungut biaya dan tidak diwajibkan menyerahkan jaminan," kata Mas Nano.

Bunga pinjaman 7% per tahun efektif tersebut merupakan kredit dengan suku bunga terendah saat ini. "Dengan kredit berbunga 7% tersebut, kami dinobatkan sebagai Bank Pelopor Suku Bunga Rendah. Bahkan saat ini pemerintah menetapkan suku bunga KUR dari 9% bersubsidi, mulai tahun 2018 ini diturunkan menjadi 7% per tahun dengan subsidi pemerintah," jelasnya.

Bank Jateng juga mempunyai produk unggulan berupa TABUNGANBIMA yang memberikan sejumlah hadiah menarik. "Kami sediakan hadiah antara lain mobil Toyota Avanza dan grand prize Toyota Fortuner. Dari tahun ke tahun pertumbuhannya cukup menggembirakan yang terbukti bahwa pertumbuhan dana kami tumbuh 1,96 kali daripada empat tahun sebelumnya."

Unggul di pelayanan

Bank Jateng pada 16 Februari 2017 membuka unit layanan mikro (ULM) untuk percepatan layanan pembiayaan segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Saat ini di seluruh Jawa Tengah terdapat 35 unit ULM dan delapan area yang selama satu tahun telah menyalurkan kredit kepada 1.866 pelaku UMKM dengan plafon Rp367.245 juta. "Dengan keunggulan pelayanan berupa cash pick up service, yaitu layanan jemput angsuran atau tabungan sehingga nasabah dapat lebih mudah untuk melakukan pembayaran angsuran ataupun menabung di Bank Jateng," ujar Mas Nano.

Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM per 31 Desember 2017 tumbuh sebanyak 17,73% jika dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2016.

Selain membantu permodalan, Bank Jateng membantu pemasaran produk UMKM, baik melalui pameran maupun e-commerce. Bahkan, bekerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah, Bank Jateng memfasilitasi pelatihan manajemen melalui pendekatan pelatihan Micro Business Simulation.

Micro Business Simulation yang telah diterapkan di 22 negara di dunia tersebut merupakan tools pelatihan yang diberikan lewat kerja sama dengan SBFIC Jerman. "Kini Bank Jateng telah mempunyai 24 trainer yang telah tesertifikasi SBFIC dan dari trainer tersebut telah melaksanakan pelatihan sebanyak 311 kali dengan peserta 4.133 pelaku UMKM," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, banyak kisah sukses UMKM binaan Bank Jateng. Hasil penelitian Universitas Diponegoro pada 2017, UKM yang telah diberi Kredit Mitra Jateng 25 yang mengalami pertumbuhan aset sebanyak 30,51%, mengalami peningkatan penjualan 16,58% dan penyerapan tenaga kerja tumbuh 14,58%.

Direktur Utama Bank Jateng pun menjelaskan penyaluran kredit pada 31 Maret 2018 mencapai Rp40.423.356 juta atau tercapai 99.91% dari rencana dengan total ekspansi naik Rp23,967 juta di akhir 2018.

Sementara itu, ekspansi kredit produktif 2017 meningkat 38,82% dengan portofolio kredit meningkat 21,54%. Hal itu di luar pinjaman yang disalurkan kepada pegawai dan untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Memasuki usia 55 tahun, Bank Jateng melakukan pengembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan nasabah. "Hal itu membuat Bank Jateng segera me-launching mobile internet banking, mengembangkan Treasury International sebagai Profitcentre, dari sisi IT melakukan enhance core dan beberapa program yang sifatnya pengembangan dari sisi supporting.

Terkait dengan sejumlah pengembangan yang dilakukan, Bank Jateng menetapkan target kredit produktif 2018 meningkat 52,01% dengan strategi pembentukan ULM yang saat ini ada 35 unit menjadi 100 unit.

Selain itu, tambahnya, manajemen Bank Jateng sedang mempertimbangkan bila memungkinkan akan 'melantai' di pasar modal dengan terlebih dahulu melakukan IPO. "Kami yakin ketika prestasi kami terus tumbuh dengan baik, pasar akan merespons dengan baik pula," tukasnya.(S1-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya