Industri Diminta Serap Garam Petani 1,4 Juta Ton

Andhika Prasetyo
05/4/2018 13:47
Industri Diminta Serap Garam Petani 1,4 Juta Ton
(ANTARA)

KEMENTERIAN Perindustrian meminta komitmen industri untuk dapat menyerap 1,4 juta ton garam lokal untuk menjamin perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak atau petani garam dalam negeri.

Garam tersebut tentunya akan diolah terlebih dulu menjadi garam industri sehingga kualitasnya sesuai dengan kebutuhan industri.

Saat ini, garam petani dalam negeri, dengan kandungan NaCl antara 94,7%-97%, cenderung lebih banyak digunakan sebagai kebutuhan konsumsi. Sementara, untuk bahan baku industri, garam setidaknya harus memiliki kandungan NaCl di atas 97%.

Untuk meningkatkan kualitas tersebut, Direktur Jenderal Industri, Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan pihaknya akan melibatkan Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) yang akan berperan sebagai mentor dalam mengangkat kadar kandungan NaCl garam lokal sehingga memenuhi standar bahan baku industri.

"Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) telah bersedia membantu petani garam dalam hal peningkatan kualitas garam produksi dalam negeri," ujar Achmad di kantornya, Jakarta, Kamis (5/4).

Ia mengungkapkan, beberapa daerah yang akan menjadi sentra pemasok garam bagi industri ialah Jawa Barat yang terdiri dari Cirebon, Indramayu dan Karawang, kemudian Demak, Jepara, Rembang dan Pati di Jawa Tengah. Ada juga Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Surabaya di Jawa Timur.

Tidak hanya dari Jawa, Sulawesi Selatan, juga siap memasok dari petani garam di Takalar dan Jeneponto serta beberapa daerah lain di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) seperti Bima, Nagakep dan Kupang. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya