Danareksa Sebut Laba PGN Bakal Melonjak

Cah/E-3
04/4/2018 06:50
Danareksa Sebut Laba PGN Bakal Melonjak
(ANTARA)

DANAREKSA Sekuritas sebagai konsultan yang diminta pemerintah menyusun Buku Putih Pembentukan Holding BUMN Migas meramalkan kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bakal meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam proyeksi keuangan Pertamina dan PGN yang terdapat pada halaman 31 buku putih tersebut, pendapatan PGN pada 2019 berpotensi akan melesat naik menjadi US$3,36 miliar jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun buku 2017 yang sebesar US$2,97 miliar.

Bukan hanya pendapatan usaha, laba bersih PGN diramalkan kembali melonjak pada 2019 setelah lima tahun belakangan ini turun lantaran menjalankan banyak penugasan dari pemerintah.

Melalui keterangan persnya, Danareksa menyebut pada 2019 perusahaan yang dipimpin Jobi Triananda Hasjim itu mampu mengantongi laba bersih sebesar US$205 juta. Angka itu bertambah 43,25% jika dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun lalu yang sebesar US$143,1 juta.

Kinclongnya kinerja emiten berkode saham PGAS itu diyakini Danareksa bakal berlanjut pada 2020 dan 2021 mendatang. PGN diproyeksi mampu memperoleh pendapatan US$3,65 miliar dan mencetak laba bersih US$352 juta pada 2020. Pada 2021 pendapatan PGN bisa mencapai US$4,38 miliar dengan laba bersih sebesar US$369 juta.

Peningkatan kinerja keuangan PGN yang signifikan itu karena penetapan PGN sebagai subholding gas dalam kerangka holding BUMN migas. Dengan penetapan sebagai subholding gas, PGN bakal mengelola seluruh aset PT Pertamina Gas (Pertagas) yang secara simultan bakal dialihkan kepada PGN.

Menurut analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji, investor pasar modal masih menanti keputusan dari pemerintah untuk menjadikan PGN sebagai subholding bisnis gas Pertamina. Kebijakan tersebut dinilai akan memberikan sentimen positif bagi PGN dan membuat saham PGAS semakin menarik.

"Dengan sentimen positif mengenai realisasi merger PGN dan Pertagas yang wewenang penuhnya dipegang PGN, diharapkan akan ada pergerakan saham PGAS yang mampu menembus garis atas dari bearish channel. Saya perkirakan target price jangka panjang PGAS bisa menembus Rp3.780 per saham," ungkap Nafan saat dihubungi, kemarin.

Pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin saham PGAS ditutup pada level Rp2.390 per lembar saham.

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya