BI Sepakati Kerja Sama Pertukaran Data dengan REI

Fetry Wuryasti
02/4/2018 12:50
BI Sepakati Kerja Sama Pertukaran Data dengan REI
(Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara -- ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

BANK Indonesia (BI) bersama Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menyepakati kerja sama dalam rangka pengumpulan dan pertukaran data dan/atau informasi khususnya mengenai properti, terutama di sektor perumahan.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (NK) yang ditandatangani oleh Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia, Yati Kurniati dengan Ketua Umum REI, Soelaeman Soewaminata dan disaksikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.

Mirza mengatakan agar mampu menetapkan kebijakan yang tepat, Bank Indonesia membutuhkan informasi yang akurat dan cepat, salah satunya mengenai perkembangan sektor properti.

Dengan informasi yang lebih menyeluruh baik dari sisi pelaku industri properti, konsumen, maupun perbankan diharapkan kebijakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kinerja properti yang lebih sehat dan kuat, yaitu akselerasi pertumbuhan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan.

Melalui kesepakatan ini, pertukaran data dan/atau informasi khususnya di sektor properti diharapkan dapat terlaksana dengan optimal dan dapat menunjang pelaksanaan tugas masing-masing lembaga.

"Selain pertukaran data dan informasi, kerja sama juga mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia melalui focus group discussion, penelitian bersama, seminar, dan sosialisasi, serta kerja sama lainnya yang disepakati BI dan REI," ujar Mirza di Jakarta, Senin (2/4).

Ketua Real Estate Indonsia ( REI) Sulaiman Sumawinata REI Sulaiman Sumarwinata berharap melalui kerja sama mendapatkan penelitian ini, sebagai salah satu dari pelaku sektor riil, bisa memberikan info yang lebih akurat agar kebijakan yang diciptakan menjadi tepat.

REI memiliki anggota 4500 perusahaan. 3500 perusahaan diantaranya merupakan pengembang di rumah subsidi. Sedangkan 1000 sisan bergerak di seluruh sektor properti di Indonesia.

"Banyak yang bergerak di pengembangan kota baru. Ada 34 kota baru di sekitar Jakarta dengan total area 100 ribu untuk dibangun perkantoran dan apartemen. Ini sebuah pekerjaan yang menjadikan properti menjadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi nasional,"

Data Bursa Efek Indonesia, kata Sulaiman, dari 46 grup perusahaan, memiliki nilai kapitalisasi sebesar Rp 280 triliun. Sektor properti , menurutnya menjadi kekuatan ekonomi yang sangat baik dan akan ciptakan investasi baru pada industri turunannya.

"Artinya developer bisa ciptakan investasi baru. Dan sulit bagi properti untuk menyembunyikan pajak karena bangunannya terlihat. Karena kami juga punya tanggung jawab, maka  kepada anggota juga tolong berikan data akurat dan yang benar-benar yang dialami masing-masing," tukas Sulaiman. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya