Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK-BANK BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp20,2 triliun pada awal tahun ini.
KUR tersebut salah satunya untuk terus memberikan dukungan kepada para petani. Pasalnya, setiap bank BUMN diberikan tanggung jawab untuk menyalurkan KUR di area tertentu.
BNI mengucurkan KUR untuk petani di Jawa Timur, Bank Mandiri memberikan KUR kepada petani di Jawa Barat, sementara BRI memberi KUR ke kelompok petani di Jawa Tengah.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, KUR yang diberikan kepada petani bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya sebagai biaya hidup hingga masa panen.
"BUMN dan para petani bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Rini dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia dalam kunjungannya ke Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (29/3).
Dari BNI, tercatat sampai dengan 25 Maret, BNI telah menyalurkan KUR kepada 27 ribu nasabah KUR.
"Telah tersalurkan sebesar Rp4,5 triliun. Dengan suku bunga sesuai ketentuan pemerintah yaitu 7%," ungkap Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI, Catur Budi Harto.
Adapun penyaluran KUR terbesar berasal dari BRI. Hingga akhir Februari lalu, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp13,8 triliun kepada lebih dari 680 ribu debitur. Dari total tersebut, sebanyak Rp 5,3 triliun disalurkan ke sektor produktif.
Sementara itu Bank Mandiri, hingga akhir Februari telah menyalurkan KUR sebesar Rp1,94 triliun atau 13,32% dari target tahun ini yakni Rp14,56 triliun. KUR tersebut diberikan kepada 33.145 debitur dan sebagian besar diberikan ke sektor produktif secara berkelompok sesuai arahan pemerintah.
Sedangkan BTN yang baru-baru ini ikut ambil bagian dalam menyalurkan KUR menargetkan bisa menyalurkan KUR sepanjang tahun 2018 sebesar Rp275 miliar.
Selain memberikan bantuan KUR, Rini juga meminta empat perusahaan BUMN untuk menyerap hasil panen di Jatim. Empat perusahaan tersebut yakni PT Pertani (Persero), PT Sang Hyang Seri, PT Pupuk Indonesia Pangan dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).
"Saya meminta agar empat BUMN yang terlibat terus proaktif menyerap gabah kering panen petani di berbagai wilayah dan terus menyediakan kebutuhan KUR dan kartu tani perbankan bagi para petani," tegasnya.
Penyerapan hasil panen oleh empat BUMN ini dilakukan saat panen raya di Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Total panen yang dihasilkan mencapai 176,2 ton. Dalam panen tersebut, gabah kering seberat 8,9 ton per hektare bisa dihasilkan dari sawah seluas 19,8 ha. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved